
Tasikmalaya, Jawa Barat – TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyalurkan bantuan dalam skala besar untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan sehari-hari santri di 30 pondok pesantren (ponpes) di wilayah Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebanyak 53 truk bantuan diberangkatkan dalam program Bakti TNI AD untuk Pondok Pesantren, Rabu (14/10/2026).
Pendistribusian bantuan dilepas Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) Letjen TNI Erwin Djatniko, S.Sos., M.M., yang mewakili Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Program ini menjadi bentuk kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan lembaga pendidikan pesantren sekaligus dukungan bagi para santri dalam menuntut ilmu.
Bantuan yang disalurkan mencakup Alquran, kasur, meja belajar, laptop, perlengkapan sekolah, proyektor, generator set (genset), sound system, dan perlengkapan olahraga. TNI AD juga menyalurkan toren dan alat penjernih air, mesin cuci, peralatan makan, alat hadroh, serta karpet untuk menunjang aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
“Semoga apa yang sudah dilakukan oleh TNI Angkatan Darat dapat bermanfaat bagi para santri dalam menuntut ilmu, dan harapan kami (bantuan tersebut) dapat dipelihara dengan baik,” pesan Irjenad.
Selain mendistribusikan perlengkapan pendidikan dan kebutuhan harian, program Bakti TNI AD untuk Pondok Pesantren juga menyasar pemenuhan sarana dasar. Dalam kegiatan tersebut, turut diresmikan sumur bor dan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) guna mendukung ketersediaan air bersih serta meningkatkan kualitas sanitasi di lingkungan pesantren.
Dukungan tersebut diharapkan membantu pesantren menciptakan lingkungan belajar dan tempat tinggal yang lebih layak bagi para santri.
Apresiasi atas program tersebut disampaikan KH. Dede Ruyatul Hajar, pimpinan Pondok Pesantren Darussurur, Kawalu, yang mewakili pimpinan pesantren di wilayah Garut dan Tasikmalaya. Ia menilai bantuan yang diberikan TNI AD sesuai dengan kebutuhan pesantren dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para santri.
“Dengan adanya program Bakti TNI AD untuk pesantren, sangat-sangat kami rasakan manfaatnya dan kami butuhkan,” ujarnya.
Atas nama pimpinan pesantren di wilayah Garut dan Tasikmalaya, KH. Dede juga menyampaikan terima kasih kepada TNI AD atas perhatian dan dukungan terhadap pesantren sebagai salah satu wadah pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada perwakilan pesantren dari wilayah Tasikmalaya dan Garut. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, Wali Kota Tasikmalaya, serta pimpinan Pondok Pesantren Darussurur.
Acara kemudian dilanjutkan dengan konferensi video (video conference) bersama para pimpinan pesantren di kedua wilayah untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi terkait pelaksanaan program.
Melalui Bakti TNI AD untuk Pondok Pesantren, TNI AD menunjukkan komitmennya untuk mendukung dunia pendidikan, khususnya pesantren, melalui pemenuhan kebutuhan santri serta penyediaan sarana pendukung yang dibutuhkan.
Program ini sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial TNI AD dan upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dukungan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat diharapkan dapat membantu pesantren menjalankan perannya dalam mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.(*)
(Jhonni/Sulaiman)











