TMMD Sengkuyung Bantu Yulianto Wujudkan Rumah Layak Huni

Surakarta, Jawa Tengah – Suara palu dan aktivitas pembongkaran rumah terdengar dari Kampung Makam Bergolo, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Di tengah proses tersebut, Yulianto menaruh harapan pada rumah yang selama bertahun-tahun ditempatinya bersama keluarga.

Rumah berbentuk segitiga berukuran sekitar 11 meter x 5 meter itu kini direhabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0735/Surakarta.

Kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak diharapkan berubah menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Proses rehabilitasi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Satgas TMMD, warga, serta organisasi kemasyarakatan.

Bagi Yulianto, pembangunan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan. Rumah yang lebih layak berarti harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan dengan rasa aman dan nyaman.

“Saya sangat bersyukur dan terharu. Terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang telah membantu memperbaiki rumah kami. Semoga semua kebaikan ini menjadi amal ibadah dan seluruh personel TNI selalu diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan tugas,” ujar Yulianto, Sabtu (8/8/2026).

Di lokasi kegiatan, Danramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo mengatakan, rehabilitasi rumah Yulianto merupakan salah satu sasaran tambahan kegiatan fisik TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026.

Menurut dia, rehabilitasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni (RTLH). Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, kegiatan itu diharapkan turut meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan keluarga penerima manfaat.

“Melalui TMMD, kami ingin hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga. Kami berharap rumah yang direhabilitasi ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan serta meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” kata Tri.

Pembangunan rumah tersebut dikerjakan secara bersama-sama. Personel Satgas TMMD dan warga bergantian mengangkat material, membongkar bagian rumah yang perlu diperbaiki, serta menyiapkan bahan bangunan.

Keterlibatan warga menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan hubungan antara TNI dan masyarakat.

Bagi Yulianto, perubahan itu kini dimulai dari rumahnya sendiri. Dari bangunan yang sebelumnya kurang layak, ia berharap keluarganya kelak dapat menempati hunian yang lebih sehat dan aman.

Rehabilitasi rumah melalui TMMD pun menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu berbicara tentang proyek berskala besar. Bagi sebagian warga, sebuah rumah yang lebih layak dapat menjadi perubahan penting yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Program TMMD Sengkuyung menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menjawab persoalan di tingkat lingkungan. Melalui kerja bersama, pembangunan fisik sekaligus kepedulian sosial diupayakan berjalan beriringan.

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *