Tendik Didorong Kuasai AI, Kemendiktisaintek Perkuat Peran Arsiparis sebagai Penggerak Inovasi Kampus

Edukasi125 Views

Surabaya, Jawa Timur – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kembali menggelar Workshop Benchmarking Program Tendik Berdampak Bidang Arsiparis di Surabaya, Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Harris Hotel Gubeng ini diikuti tenaga kependidikan (tendik) dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas tendik, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Workshop tatap muka ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian program berkelanjutan yang diikuti 385 peserta terpilih dari tujuh bidang strategis perguruan tinggi.

Menurut Brian, peran tendik kerap luput dari sorotan, padahal menjadi penopang utama kualitas tata kelola pendidikan tinggi. Tanpa dukungan tendik yang profesional dan adaptif, upaya membangun perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing akan sulit terwujud.

“Tenaga kependidikan saat ini tidak lagi sekadar mengurus administrasi, tetapi menjadi lokomotif perbaikan sistem. Di tengah transformasi digital, kita dituntut bekerja lebih cerdas dan meninggalkan cara-cara lama,” ujarnya.

Ia berharap, workshop ini tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antar-tendik agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Kami ingin sistem pendidikan tinggi bergerak bersama menuju kualitas yang lebih baik dan berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Airlangga Prof. Ardianto turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa peran arsiparis semakin strategis di era informasi yang ditandai dengan ketergantungan tinggi pada data yang akurat dan terkelola dengan baik.

“Di era informasi, institusi sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid. Karena itu, peran arsiparis menjadi penting dan tidak bisa lagi dipandang sekadar pekerjaan administratif,” ujarnya.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta diharapkan tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga melakukan benchmarking untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kerja. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan sebagai praktik terbaik di institusi masing-masing.

Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta, dan Pengembangan Organisasi Universitas Airlangga Prof. Radian Salman menjelaskan, program ini merupakan kolaborasi strategis antara Kemendiktisaintek dan perguruan tinggi. Untuk bidang arsiparis, Universitas Airlangga dipercaya sebagai mitra penyelenggara.

Menurut dia, penunjukan tersebut mencerminkan kepercayaan kementerian terhadap tata kelola arsip di Universitas Airlangga yang dinilai telah berjalan baik.

“Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalitas arsiparis melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang untuk membahas berbagai tantangan kearsipan di era disrupsi digital,” katanya.

Ia menambahkan, peserta diharapkan mampu menjadi pionir dalam pengembangan inovasi tata kelola arsip di perguruan tinggi masing-masing, sejalan dengan tuntutan transformasi digital yang semakin cepat.(*)

(Khefti/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *