Tak Mudik di Lebaran, Mahasiswa UNAIR Asal Aceh Menemukan “Rumah” di Tanah Rantau

Edukasi28 Views

 

Surabaya, Jawa Timur – Di tengah arus mudik Lebaran, sebagian mahasiswa perantau memilih tetap tinggal di kota studi. Bagi Wira Dharma Alrasyid, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) asal Aceh, keputusan tidak pulang justru menjadi ruang untuk menemukan makna baru tentang “rumah” di tanah rantau.

Lebaran tahun ini menjadi pengalaman berbeda bagi Wira. Meski baru menjalani tahun pertamanya sebagai mahasiswa di Surabaya, ia telah mantap memutuskan untuk tidak mudik.

Keputusan itu dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari keterbatasan waktu libur hingga kondisi keluarga yang sedang berada di Jakarta. “Saya memang tidak pulang. Libur dari kampus cukup singkat, jadi saya memilih tetap di Surabaya,” ujar Wira, Sabtu (21/3/2026).

Selain itu, lonjakan harga tiket pesawat menjelang Lebaran juga menjadi pertimbangan tersendiri. Wira memilih menghemat biaya sekaligus mencoba pengalaman baru merayakan Idulfitri jauh dari kampung halaman.

Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut, Lebaran tanpa keluarga tentu menghadirkan suasana yang berbeda. Jika biasanya ia terlibat langsung menyiapkan hidangan khas keluarga, kini ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Ia berupaya menciptakan kenyamanan dengan merayakan Lebaran bersama teman-teman di Surabaya. “Setidaknya masih ada hal-hal yang bisa membuat saya merasa dekat dengan suasana rumah,” katanya.

Untuk mengisi hari raya, Wira berencana menunaikan salat Idulfitri di masjid kampus. Ia juga akan berkunjung ke Malang untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan teman.

Meski demikian, kenangan Lebaran di Aceh tetap membekas. Salah satu yang paling ia rindukan adalah tradisi membuat kue bersama keluarga selama Ramadan. “Saya biasanya yang paling sering membuat kue kering dan bolu di rumah,” ujarnya.

Pengalaman ini, menurut Wira, menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa perantau. Ia menilai Lebaran di tempat baru membuka kesempatan untuk memahami tradisi yang berbeda.

Ia pun berpesan kepada sesama mahasiswa yang tidak mudik agar tetap menikmati momen tersebut, meski terasa asing di awal. “Mungkin awalnya terasa aneh dan sedih, tetapi Lebaran di tempat baru juga menyenangkan. Kita bisa belajar banyak hal, dan yang penting tetap menjaga komunikasi dengan keluarga,” katanya.(*)

(khefti/sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *