Bukan Angkat Senjata, Prajurit TNI di Teluk Bintuni Pilih Didik Anak-Anak Ini

Edukasi94 Views

Teluk Bintuni, Papua Barat – Senin (20/4/2026) pagi, halaman SD Inpres Stengkol 3 di Distrik Vascodamnem tidak dipenuhi suasana tegang seperti yang kerap diasosiasikan dengan seragam loreng. Sebaliknya, yang terdengar adalah aba-aba baris-berbaris diselingi tawa anak-anak yang antusias mengikuti setiap instruksi.

Prajurit Satgas Yonif 410/Alugoro hadir dengan peran yang berbeda. Mereka tidak sedang menjalankan operasi militer, melainkan mengajarkan kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat belajar kepada para siswa di wilayah tersebut.

Di bawah bimbingan Serda Ahmad Romi Saputra, anak-anak diajak memahami dasar-dasar baris-berbaris. Gerakan sederhana itu menjadi medium untuk menanamkan nilai ketaatan, ketepatan, dan rasa tanggung jawab sejak dini.

“Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab moral kami untuk membantu pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter disiplin tinggi,” ujar Romi.

Menurut dia, Indonesia sebagai bangsa besar membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan masa depan yang kian kompleks.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap aba-aba dengan penuh semangat, meski sesekali masih belum serempak. Namun justru dari proses itulah, kebersamaan mulai terbangun.

Pihak sekolah menyambut baik keterlibatan Satgas. Para guru menilai pendekatan yang dilakukan para prajurit memberi pengalaman baru bagi siswa, sekaligus memperkuat nilai disiplin dalam keseharian mereka.

“Latihan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga mengandung pesan moral tentang loyalitas, kerja sama, dan tanggung jawab,” kata Romi menambahkan.

Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan di pelosok Papua Barat, kehadiran para prajurit membawa makna lebih dari sekadar kegiatan tambahan. Ia menjadi penanda bahwa membangun masa depan bangsa tidak selalu dimulai dari ruang kelas yang sempurna, melainkan dari kepedulian dan keteladanan, bahkan dari mereka yang sehari-hari dikenal sebagai penjaga kedaulatan negara.(*)

(Jhonni/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *