
Aceh Timur, – Ketika bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada November 2025, dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak. Di tengah situasi pemulihan itu, IKATAN KELUARGA ALUMNI KEBANGSAAN LEMHANNAS (IKABNAS Lemhannas) memilih turun langsung ke lapangan.
Organisasi para alumni Lemhannas RI tersebut menyalurkan bantuan pendidikan bagi siswa terdampak di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Bantuan difokuskan di Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Julok, berupa buku tulis dan perlengkapan alat sekolah untuk menunjang kembali aktivitas belajar-mengajar.
Ketua IKABNAS Lemhannas, Faizal Hafid, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kebangsaan.
“Kami tidak ingin berhenti pada diskursus strategis semata. Saat masyarakat menghadapi bencana, alumni Lemhannas harus hadir dan memberi solusi konkret. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa, dan itu tidak boleh terhenti,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurut Faizal, pemulihan sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tahan masyarakat pascabencana. Dengan tersedianya perlengkapan sekolah, para siswa diharapkan dapat kembali belajar secara normal dan menata kembali semangat mereka.
IKABNAS Lemhannas yang memiliki sekitar 22.000 anggota di seluruh Indonesia juga terus mengonsolidasikan jejaringnya untuk mendukung penanganan darurat dan rehabilitasi di berbagai daerah terdampak bencana. Koordinasi dilakukan selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur serta para pemangku kepentingan setempat.
Langkah ini menunjukkan bahwa jejaring alumni Lemhannas RI tidak hanya berperan dalam merumuskan gagasan kebangsaan, tetapi juga hadir di medan pengabdian dengan membumikan nilai strategis menjadi aksi nyata demi ketahanan nasional yang tangguh dari akar rumput.(*)
(Zainal/Sulaiman)









