Tak Ada Sekat di Tengah Konflik, Pangdam Pattimura Hadir dan Ajak Warga Kembali Bersatu

POLITIKANA146 Views

Halmahera Tengah, Maluku Utara – Di tengah sisa ketegangan pascakonflik antarwarga, upaya merajut kembali persatuan di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, terus dilakukan. Pangdam XV/Pattimura, Doddy Triwinarto, memilih hadir tanpa sekat di tengah masyarakat, mengedepankan dialog sebagai jalan untuk memulihkan hubungan sosial yang sempat retak.

Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat TNI bersama pemerintah daerah setelah konflik yang melibatkan warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo pada Senin (13/4/2026). Pendekatan yang diambil tidak semata berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada pemulihan kepercayaan dan harmoni antarwarga.

Hingga Kamis (16/4/2026), kondisi di kedua desa dilaporkan berangsur kondusif. Aparat gabungan TNI dan Polri masih disiagakan untuk menjaga stabilitas serta mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Dalam kunjungannya, Doddy berdialog langsung dengan warga dari kedua belah pihak. Tanpa jarak dan dengan suasana terbuka, ia mengajak masyarakat untuk menahan diri, memperkuat persaudaraan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Persaudaraan harus tetap menjadi kekuatan utama kita. Jangan biarkan perbedaan memecah kebersamaan yang selama ini sudah terjalin,” ujarnya di hadapan warga.

Selain berdialog, Pangdam juga meninjau langsung sejumlah titik terdampak di Desa Banemo dan Desa Sibenpopo. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus mempercepat langkah penanganan. Bantuan sosial turut disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk empati dan kepedulian.

Upaya pemulihan terus dikebut. TNI menambah personel di lokasi untuk membantu proses rehabilitasi rumah warga secara gotong royong bersama masyarakat setempat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya aktivitas warga ke kondisi normal.

Data sementara mencatat sebanyak 78 unit rumah, satu pos kamling, serta satu gereja mengalami kerusakan dan kini menjadi prioritas perbaikan.

“Kami berkomitmen hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat bangkit kembali. Personel kami siagakan sekaligus dilibatkan dalam pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum agar kehidupan warga segera pulih,” kata Doddy.

Kehadiran Pangdam bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat rasa aman sekaligus membuka ruang rekonsiliasi. Di tengah luka yang masih tersisa, dialog yang dibangun tanpa sekat menjadi harapan baru agar warga kembali hidup rukun dan bersatu.(*)

(Johannes/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *