
Jakarta, – Di tengah deretan produk kriya dan fesyen dalam Pameran Persit BISA Vol. II di Jakarta, 7-9 Mei 2026, sebuah booth sederhana bernomor 22 menarik perhatian banyak pengunjung. Di sana, kain-kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia menjelma menjadi strap bag, tali tas yang fungsional sekaligus menghadirkan sentuhan estetika wastra Nusantara.
Produk yang dipamerkan melalui merek YD Strap Bag Tenun itu menjadi salah satu magnet dalam ajang yang mempertemukan kreativitas anggota Persit Kartika Chandra Kirana dengan semangat pelestarian budaya. Selama tiga hari pameran, sebanyak 176 strap bag berhasil terjual, menunjukkan bahwa tenun tradisional tetap memiliki daya tarik kuat ketika dihadirkan dalam bentuk yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
Karya tersebut merupakan hasil kreasi Ny. Dyah Fandy Dharmawan. Ia memadukan motif tenun dari Jepara, Nusa Tenggara Timur, Bali, hingga Kalimantan ke dalam produk fesyen yang praktis dan modern. Hasilnya, wastra Nusantara tidak hanya tampil sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian.
Sejak hari pertama pameran dibuka, booth YD Strap Bag Tenun dipadati pengunjung. Mereka tertarik melihat detail motif, kualitas bahan, dan keunikan setiap produk yang menampilkan karakter khas dari masing-masing daerah.
Perhatian khusus datang ketika Ny. Selvi Ananda, istri Wakil Presiden Republik Indonesia, mengunjungi booth tersebut. Sebagai Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional periode 2024-2029, Selvi memberikan apresiasi terhadap inovasi yang mampu menghadirkan identitas budaya Indonesia dalam bentuk yang elegan dan fungsional.
Dukungan terhadap produk ini juga datang dari berbagai jajaran Persit. Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad, Ny. Ira M. Fadjar, sejak awal mendorong agar karya anggota Persit tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa. Dukungan serupa diberikan Ketua Persit KCK Koorcab Divif 1 PG Kostrad, Ny. Ira Fikri Musmar, dan Ketua Cabang XI Brigif 13, Ny. Debi Roihan Hidayatullah.
Pada hari kedua pameran, booth YD Strap Bag Tenun kembali ramai dikunjungi. Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Uli Maruli Simanjuntak, turut hadir. Uli bahkan datang dua hari berturut-turut sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas anggota Persit.
Antusiasme tidak surut hingga hari terakhir. Rombongan Persit dari berbagai daerah terus berdatangan untuk melihat dan membeli produk yang memadukan tradisi dan desain kontemporer tersebut.
Dari sisi penjualan, Strap Tenun Troso Jepara ukuran pendek menjadi produk paling diminati dengan 60 unit terjual. Produk lain yang juga banyak dicari adalah Strap Tenun NTT pendek sebanyak 31 unit, Strap Tenun Bali pendek 16 unit, serta Strap Tenun Kalimantan pendek yang habis terjual sebanyak 12 unit.
Pada kategori strap panjang, seluruh stok Strap Tenun Troso Jepara sebanyak 16 unit ludes terjual. Strap Tenun Bali panjang mencatat penjualan 15 unit, Strap Tenun Kalimantan panjang 14 unit, dan Strap Tenun NTT panjang yang hanya tersedia empat unit juga habis terjual. Produk Strap Tenun NTT Mini pun terjual seluruhnya sebanyak 10 unit.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa wastra Nusantara memiliki peluang besar untuk terus berkembang ketika diolah secara kreatif dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Melalui strap bag yang sederhana namun sarat makna, kain-kain tenun dari berbagai penjuru Indonesia menemukan ruang baru untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi YD Strap Bag Tenun, pameran ini bukan sekadar ajang penjualan. Dari booth kecil di Jakarta, langkah untuk memperkenalkan keindahan tenun Indonesia kepada khalayak yang lebih luas baru saja dimulai.(*)
(Jhonni/Sulaiman)











