Spek 99% Bikin Geger Industri, Tambang TBA Siap Guncang Pasar Kalsium Karbonat

Ekonomi31 Views

Surabaya, Jawa Timur – Peta industri kalsium karbonat Jawa Timur berpotensi bergeser. PT Tirto Boyo Agung (TBA), anak usaha Bandar Indonesia Grup (BIG), muncul sebagai pemain kunci dengan kualitas tambang yang disebut-sebut melampaui standar pasar. Kandungan kalsium karbonat mencapai 99 persen, angka yang selama ini nyaris tak tersentuh industri nasional.

Pendiri sekaligus Owner BIG, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menegaskan bahwa temuan kualitas tinggi tersebut bukan klaim sepihak, melainkan hasil uji laboratorium resmi.

“Ini bukan spekulasi. Hasil uji Sucofindo menunjukkan kandungan CaCO₃ hingga 99,46 persen. Di level industri, ini bisa dibilang langka,” ujar pengusaha nasional asal Situbondo yang akrab disapa Gus Lilur, Jumat (23/1/2026).

BIG, lanjutnya, saat ini menguasai 275 blok tambang kapur uruk, meliputi kapur industri, dolomit, dan kalsium karbonat, yang tersebar di 8 kabupaten dan 2 provinsi.

Di Jawa Timur, sebaran tambang BIG berada di Gresik, Lamongan, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Sementara di Jawa Tengah, BIG mengoperasikan tambang di Rembang.

“Sebaran ini membuat BIG berada tepat di jantung suplai industri kalsium karbonat Jawa Timur dan Jawa Tengah,” tegas Gus Lilur.

Jawa Timur saat ini menjadi basis sembilan perusahaan besar produsen kalsium karbonat, dengan kebutuhan bahan baku berkisar 2 hingga 10 juta ton per pabrik per tahun.

Salah satu pemain utama adalah Omya Indonesia, perusahaan multinasional milik konsorsium Swiss–-Jerman yang berkantor pusat di Swiss.

“Omya Indonesia memiliki tiga pabrik dimana dua di Jawa Timur dan satu di Rembang, Jawa Tengah. Di seluruh wilayah itu, BIG sudah menguasai blok tambang kapur uruk,” ungkap Gus Lilur.

Secara keseluruhan, sembilan pabrik tersebut membutuhkan sekitar 50 juta ton kalsium karbonat per tahun.

Dengan harga terendah kalsium karbonat spesifikasi CaCO₃ 95% di kisaran Rp 220.000 per ton, potensi nilai ekonomi suplai di Jawa Timur mencapai angka strategis.

“Rp 220.000 dikalikan 50 juta ton. Nilainya Rp 11 triliun per tahun. Ini skala industri besar, bukan proyek kecil,” kata Gus Lilur.

TBA, Senjata Utama BIG

PT Tirto Boyo Agung (TBA) disiapkan sebagai ujung tombak suplai BIG, dengan legalitas lengkap dan wilayah tambang aktif di Madura.

Legalitas PT Tirto Boyo Agung (TBA):

  • NIB: 1266000733207
  • IUP Operasi Produksi: No. 12660007332070005
  • Kode Wilayah: 1235295442021002
  • Luas Wilayah: 40,48 hektare
  • Golongan Tambang: Batuan
  • Tanggal Terbit IUP OP: 25 Februari 2025
  • Masa Berlaku: 5 Tahun
  • Lokasi: Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

Berdasarkan hasil uji Laboratorium Sucofindo, kualitas kalsium karbonat TBA mencatatkan angka yang mencolok:

  • CaCO₃ (Lokasi Depan): 95,26%
  • CaCO₃ (Lokasi Tengah–Belakang): 99,46%
  • CaO: 55,74%
  • SiO₂: 0,22%
  • MgO: 0,10%
  • Al₂O₃: 0,04%
  • Fe₂O₃: 0,01%
  • SO₃: < 0,01%
  • Loss on Ignition (LOI): 43,83%

“Dengan spesifikasi ini, kalsium karbonat TBA layak disebut spek DEWA,” tegas Gus Lilur.

Ia menambahkan, pengakuan kualitas juga datang dari pihak industri.

“Menurut geolog Omya Indonesia, mereka belum pernah menerima suplai kalsium karbonat dengan spek 99 persen, apalagi di atas itu. Mayoritas suplai selama ini hanya di level 95 hingga di bawah 98 persen,” ungkapnya.

Berbekal kualitas unggul dan kendali penuh atas sumber tambang, TBA siap menawarkan suplai ke sembilan pabrik kalsium karbonat di Jawa Timur dengan harga yang lebih kompetitif.

“Kalau kualitas tertinggi bisa didapat dengan harga lebih baik, maka pasar pasti bergerak. Dan TBA siap menjadi bagian dari pergeseran itu,” pungkas Gus Lilur.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *