
Surabaya, Jawa Timur – Sebanyak 2.000 siswa, guru, dan keluarga besar Yayasan Khadijah Surabaya mengikuti Sholawat Merah Putih 2026 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya itu mengusung tema “Bersholawat untuk Negeri, Berkhidmat untuk NKRI”. Peserta berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA beserta para guru dan keluarga besar yayasan.
Selain pembacaan sholawat, kegiatan diisi tausiyah oleh Nyai Hj. Elfi Ni’mah Hamidah Hanum, S.Ag., M.Pd.I., pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-As’ariyah Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Ketua Umum Yayasan Khadijah Surabaya, Hj. Masruroh Wahid, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi para siswa untuk meneladani Rasulullah SAW sekaligus membangun karakter generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.
Ia berharap para siswa Khadijah dari berbagai jenjang pendidikan dapat tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah serta kelak mampu mengambil peran sebagai ulama, pemimpin, dan bagian dari masyarakat yang berkontribusi bagi Indonesia.
“Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang Rasulullah SAW sebagai nikmat terbesar bagi umat Islam. Rasulullah mengajarkan pentingnya membangun kehidupan dengan ilmu dan akhlak,” ujar Masruroh.
Menurut dia, pentingnya ilmu tercermin dalam wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW, yakni perintah membaca atau iqra dalam Surah Al-Alaq. Membaca, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memahami teks, tetapi juga kemampuan membaca berbagai fenomena kehidupan.
“Dengan belajar dan banyak membaca, kita diharapkan menjadi pribadi yang arif dan bijaksana. Kita belajar memahami kebesaran Allah, ciptaan-Nya, sekaligus kemuliaan manusia,” katanya.
Masruroh juga mengingatkan para siswa bahwa kehidupan tidak selalu berjalan dalam kondisi yang menyenangkan. Rasulullah SAW pun menghadapi berbagai ujian dalam perjalanan dakwahnya. Karena itu, generasi muda perlu memiliki keteguhan, ilmu, dan akhlak dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Kepada para guru, ia berpesan agar proses pendidikan dilakukan dengan ketulusan dan penuh tanggung jawab. Menurut dia, mendidik generasi muda merupakan bagian dari ikhtiar membangun masa depan sekaligus memperoleh keberkahan.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Nyai Elfi mengajak para siswa menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Menurut Elfi, Rasulullah merupakan teladan utama dalam membangun kehidupan yang dilandasi kasih sayang. Ia mengutip Surah Al-Anbiya ayat 107 yang menyebut Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
“Rasulullah mengajarkan kasih sayang. Banyak orang menerima Islam bukan karena tekanan, melainkan karena melihat kemuliaan akhlak, kasih sayang, dan keteladanan beliau,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak membangun sikap eksklusif, merasa kelompoknya paling unggul, atau merendahkan orang lain. Sebaliknya, para pelajar didorong untuk menumbuhkan persaudaraan, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan semangat Sholawat Merah Putih yang memadukan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan kecintaan kepada Tanah Air. Semangat kebangsaan, kata Elfi, perlu tumbuh bersama dengan akhlak dan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengundian hadiah bagi peserta. Sejumlah hadiah seperti mesin cuci, freezer, kipas angin, dan magic com dibagikan kepada peserta, sedangkan tiga sepeda listrik menjadi hadiah utama yang paling dinantikan.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Yayasan Khadijah Surabaya berharap semangat cinta Rasul, kecintaan kepada Tanah Air, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh dalam diri para siswa sebagai generasi penerus bangsa.(*)
Editor: Sulaiman













