Seberapa Siap Prajurit TNI AL? Jawabannya Ada di Latihan Keras di Sorong Ini

Sorong, Papua Barat Daya – Seberapa siap prajurit TNI Angkatan Laut menjaga kedaulatan di tengah dinamika kawasan timur Indonesia? Jawabannya sedang diuji di Sorong, Papua Barat Daya, melalui Latihan Uji Terampil Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat I dan II (P1–P2) yang digelar Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) XIV.

Latihan yang berlangsung di Lapangan Apel Markas Komando Kodaeral XIV, Senin (13/4/2026), itu dipimpin langsung Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko, didampingi Wakil Komandan Laksamana Pertama TNI Tommy Herlambang. Keduanya memantau secara langsung kesiapan prajurit dalam menjalani setiap tahapan uji kemampuan.

Di kawasan yang menjadi salah satu simpul strategis maritim Indonesia timur, latihan ini tidak sekadar rutinitas tahunan. Glagaspur menjadi tolok ukur nyata sejauh mana prajurit TNI AL mampu menjawab tantangan operasi di lapangan, mulai dari ancaman keamanan laut hingga situasi darurat yang menuntut respons cepat dan presisi.

“Latihan ini harus diikuti dengan serius, sesuai prosedur, dan dengan motivasi tinggi. Profesionalisme prajurit ditentukan dari kesiapan mereka menghadapi situasi nyata,” ujar Djatmoko dalam arahannya.

Beragam materi latihan disiapkan untuk menguji kemampuan dasar hingga lanjutan. Prajurit menjalani Peraturan Baris-Berbaris (PBB), penguasaan Peraturan Dinas Dalam (PDD), hingga kecakapan bahari. Mereka juga diuji kemampuan tempur melalui latihan menembak senjata laras panjang dan pistol, serta ketangkasan bongkar-pasang senjata.

Tak hanya itu, aspek fisik dan ketahanan mental juga ditempa melalui renang militer dan berbagai prosedur taktis. Di antaranya latihan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), penanggulangan huru-hara (PHH), penanganan kebakaran, hingga evakuasi medis. Simulasi pertahanan udara dan penjinakan bahan peledak turut melengkapi skenario latihan.

Rangkaian latihan tersebut mencerminkan tuntutan tugas TNI AL yang semakin kompleks. Prajurit tidak hanya dituntut siap tempur, tetapi juga adaptif menghadapi dinamika strategis, termasuk ancaman non-konvensional dan operasi kemanusiaan.

Menurut Djatmoko, pelaksanaan Glagaspur ini selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali dalam membangun sumber daya manusia unggul—yang tidak hanya profesional, tetapi juga tangguh dan adaptif.

Di wilayah seperti Sorong, yang berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional dan potensi kerawanan maritim, kesiapan prajurit menjadi kunci utama. Karena itu, latihan ini menjadi jawaban konkret atas pertanyaan publik tentang kesiapan TNI AL karena mereka telah diuji, diasah, dan dibuktikan di lapangan.

Melalui Glagaspur, Kodaeral XIV Sorong menegaskan bahwa kesiapan prajurit bukan sekadar klaim, melainkan hasil dari latihan keras yang terus-menerus demi memastikan kedaulatan laut Indonesia tetap terjaga.(*)

(Jacob/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *