Rumah Baru Mbah Semi, Bukti Kepedulian Danrem 081/DSJ untuk Warga Ponorogo

Humanitas350 Views

Ponorogo, – Di usia senjanya yang telah mencapai 88 tahun, Mbah Semi, warga Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, akhirnya bisa merasakan tinggal di rumah yang lebih layak. Selama ini, ia hidup seorang diri di rumah berukuran 5×6 meter dengan dinding bilik bambu yang sudah rapuh.

Kesehariannya tak mudah. Tubuh yang semakin renta membuat Mbah Semi kesulitan berjalan maupun berbicara. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia mengandalkan bantuan para tetangga. “Untuk keperluan sehari-hari, saya yang bantu. Masakan juga saya yang masakkan. Kadang ada donatur yang peduli. Soalnya, Mbah Semi memang tidak punya anak,” tutur Wahyuningsih, tetangga dekatnya, Selasa (26/8/2025).

Kini, rumah sederhana itu berubah wajah. Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hasil kerja sama Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan hunian yang lebih kokoh dan sehat untuk Mbah Semi.

Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, meninjau langsung hasil renovasi rumah Mbah Semi. Ia menegaskan, TNI hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kepedulian sosial sampai ke pelosok desa.

“Program ini bukan sekadar memperbaiki rumah, tetapi juga menghadirkan hunian yang sehat dengan fasilitas MCK sesuai standar. Harapan kami, masyarakat bisa merasakan kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Untoro menambahkan, program Rutilahu tahun ini menyasar empat kabupaten di jajarannya, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Nganjuk, dengan total 636 unit rumah.

Rumah baru Mbah Semi bukan hanya dinding yang lebih kokoh dan lantai yang lebih bersih. Ia adalah simbol kepedulian dan kerja bersama untuk menjaga martabat warga di masa senja.

Kepala Desa Mrican, Adi Purnomo Sigit, menyampaikan apresiasinya. “Program ini sangat luar biasa. Terima kasih kepada Danrem 081/DSJ, Kodam V/Brawijaya, dan Pemprov Jatim yang telah membantu warga kami. Semoga segala kebaikan ini membawa berkah,” ujarnya.

Meski fisiknya semakin lemah, senyum tipis tetap mengembang di wajah Mbah Semi saat menatap rumah barunya. Baginya, ini adalah hadiah tak ternilai, bukan sekadar tempat berteduh, melainkan bukti bahwa di usianya yang ke-88, ia tidak sendiri.

Rumah baru Mbah Semi kini berdiri kokoh di Desa Mrican. Ia adalah saksi bahwa kepedulian, yang diwujudkan lewat program Rutilahu dan dukungan Danrem 081/DSJ, mampu menghidupkan kembali harapan di masa renta. (*)

(Arwang/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *