Pramuka Tak Kalah oleh Zaman, Sinergi Tiga Pilar di Trenggalek Bikin Anak Bergerak

Edukasi140 Views

Trenggalek, – Di tengah derasnya distraksi digital yang semakin menguasai dunia anak-anak, ratusan Pramuka Siaga di Desa Rejowinangun justru memilih kembali ke lapangan, berbaris rapi dan mengucap ikrar dengan lantang. Pelantikan Pramuka Siaga Kwartir Ranting Trenggalek tahun 2025, Sabtu (22/11/2025), menjadi penegasan bahwa tradisi kepanduan masih memiliki denyut kuat dan tak mudah tersingkir oleh perkembangan zaman.

Yang membuat upacara ini berbeda adalah sinergi tiga pilar yang terlihat jelas di lapangan: Babinsa Rejowinangun Koramil 0806-01/Trenggalek Pelda Moh. Tajib, Bhabinkamtibmas Brigadir Herlambang, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek Drs. Agoes Setiyono. Kolaborasi pertahanan, keamanan, dan pemerintah daerah ini menjadi simbol bahwa pembinaan karakter memang harus digarap bersama, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Antusiasme para Pramuka Siaga tampak mencolok sejak awal acara. Dengan seragam cokelat yang tampak kebesaran di tubuh mereka, anak-anak itu mengikuti upacara dengan disiplin yang menunjukkan hasil dari latihan berbulan-bulan. Di pinggir lapangan, para orang tua memandangi mereka dengan bangga, sebuah momen yang menghadirkan kelegaan di tengah kekhawatiran umum bahwa anak-anak kini terlalu lekat dengan gawai.

Pelda Moh. Tajib menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bukti bahwa Trenggalek tetap konsisten merawat tradisi pembinaan karakter.

“Pramuka Garuda adalah teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Kami bangga Trenggalek terus melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air sejak dini agar generasi berikutnya tumbuh lebih tangguh menghadapi tantangan zaman.

Brigadir Herlambang menambah perspektif dari sisi keamanan. Menurutnya, pendampingan generasi muda bukan hanya mendukung pembentukan karakter, tetapi juga menciptakan ruang aman bagi mereka untuk berkembang.

“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang sehat dan kondusif. Kegiatan seperti ini membuat mereka belajar tanggung jawab, kebersamaan, dan disiplin,” ujarnya.

Kepala Dinas Dikpora, Drs. Agoes Setiyono, memandang Gerakan Pramuka sebagai instrumen strategis dalam pendidikan karakter. Menurutnya, kepanduan membekali anak dengan pengalaman yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh pembelajaran di ruang kelas.

“Pramuka meningkatkan kecerdasan emosional, sosial, dan melatih kepemimpinan. Anak-anak diajarkan mandiri, memecahkan masalah, dan bekerja dalam tim,” ungkapnya.

Pada pelantikan ini, para Pramuka Siaga menampilkan keterampilan yang mereka pelajari: baris-berbaris, yel-yel kreatif, hingga simulasi praktik kedisiplinan. Aksi-aksi itu menjadi bukti bahwa pembinaan mereka berlangsung intensif dan berdampak.

Warga Desa Rejowinangun yang turut menyaksikan jalannya upacara memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tertib dan edukatif. Banyak dari mereka meyakini bahwa Pramuka tetap relevan sebagai benteng nilai, terutama di tengah budaya digital yang sering kali menggerus interaksi sosial dan kedisiplinan anak-anak.

“Anak-anak memang butuh ruang seperti ini. Biar tidak hanya sibuk dengan gadget,” ujar salah seorang warga.

Upacara pelantikan ditutup dengan pembacaan ikrar Pramuka secara serempak, menggetarkan suasana lapangan desa. Dengan sinergi berkelanjutan antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah, Trenggalek kembali menunjukkan keseriusannya memastikan bahwa tradisi kepanduan tetap hidup, dan lebih dari itu, mampu menjawab tantangan zaman.(*)

(Arwang/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *