Jakarta, – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader dan politisi partainya agar tidak membangun karier politik melalui pencitraan atau sikap yang dibuat-buat. Menurut Zulkifli, masyarakat kini semakin cerdas dan mampu menilai mana politisi yang tulus bekerja untuk rakyat dan mana yang sekadar tampil demi popularitas.
Pesan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan dalam Workshop PAN yang diikuti anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi se-Indonesia di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Wakil Ketua Umum PAN sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, salah satu penekanan penting yang disampaikan Zulkifli Hasan adalah pentingnya ketulusan dalam berpolitik, termasuk saat berinteraksi di media sosial.
“Bang Zul menegaskan agar para politisi PAN mengedepankan sikap tulus dan tidak pura-pura. Rakyat sekarang sudah pandai dan cerdas. Mereka bisa membedakan mana politisi yang hanya pencitraan dan mana yang benar-benar bekerja serta hadir untuk masyarakat,” kata Viva Yoga kepada wartawan seusai acara.
Menurut dia, era ketika pencitraan politik dapat dengan mudah memengaruhi publik sudah jauh berubah. Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, masyarakat memiliki banyak ruang untuk menilai rekam jejak, konsistensi sikap, dan kedekatan seorang politisi dengan rakyat.
Karena itu, lanjut Viva Yoga, Zulkifli Hasan meminta seluruh kader PAN membangun hubungan yang jujur dan autentik dengan masyarakat. Ketulusan, menurutnya, justru menjadi modal politik yang semakin penting di tengah meningkatnya kesadaran publik.
“Dengan ketulusan itulah kedekatan dengan rakyat akan semakin kuat terjalin,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti soal sikap, Zulkifli Hasan juga mengingatkan para kader agar tidak menjauh dari akar sosial mereka. Sebaliknya, mereka diminta lebih banyak hadir di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi warga secara langsung.
Viva Yoga menuturkan, dalam sambutannya Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa banyak tokoh PAN berasal dari daerah dan tumbuh dari lingkungan masyarakat biasa.
“Bang Zul bercerita bahwa beliau berasal dari kampung di Lampung. Pak Yandri Susanto dari kampung di Bengkulu. Saya sendiri berasal dari kampung di Lamongan, Jawa Timur. Karena itu kader PAN harus tetap dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Viva Yoga, kedekatan dengan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun dukungan politik yang kuat dan berkelanjutan. Basis massa yang kokoh tidak lahir dari pencitraan sesaat, melainkan dari hubungan yang dibangun secara konsisten dengan masyarakat.
Ia mencontohkan, sejumlah tokoh nasional memiliki posisi politik yang kuat karena ditopang oleh basis dukungan yang luas di akar rumput.
“Pak Prabowo Subianto maupun Pak Joko Widodo memiliki basis massa yang kuat sehingga posisi politik mereka juga kuat,” ujarnya.
Selain meminta kader lebih dekat dengan masyarakat, Zulkifli Hasan juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal partai. Seluruh kader diminta tetap kompak, mengedepankan semangat persaudaraan, dan menghindari konflik yang dapat merugikan organisasi.
“Bang Zul berpesan agar seluruh kader tetap bersatu dan tidak berselisih sehingga marwah organisasi partai tetap terjaga,” kata Viva Yoga.
Workshop tersebut menjadi bagian dari konsolidasi PAN untuk memperkuat kapasitas kader di daerah sekaligus mempererat hubungan partai dengan masyarakat menjelang berbagai agenda politik dan pembangunan nasional ke depan.(*)
(Ardi W/Sulaiman)














