Permainan Tradisional Pererat Kebersamaan Persit di Trenggalek

Persit37 Views

Trenggalek, Jawa Timur – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) di Kabupaten Trenggalek diwarnai lomba permainan tradisional. Kegiatan yang digelar Persit KCK Cabang XX Dim 0806 Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya itu berlangsung di Markas Kodim 0806/Trenggalek, Minggu (8/2/2026), dan menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota.

Sejak pagi, halaman Makodim 0806/Trenggalek dipenuhi anggota Persit yang mengikuti perlombaan dengan antusias. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa kuat, diiringi sorak dukungan peserta dan pendamping yang menyemarakkan jalannya kegiatan.

Sejumlah permainan tradisional digelar, antara lain gobak sodor, lompat tali, dakon, dan gedrik. Selain menghadirkan hiburan, permainan tersebut mengandung nilai edukatif, seperti kerja sama tim, ketangkasan, sportivitas, serta strategi. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya melestarikan permainan rakyat di tengah arus digitalisasi.

Ketua Persit KCK Cabang XX Dim 0806 Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya, Ny. Ayu Roy Isnanto, mengatakan bahwa lomba permainan tradisional tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan soliditas organisasi.

“Melalui permainan tradisional, nilai kerja sama, sportivitas, dan semangat juang dapat terus ditanamkan. Momentum HUT ke-80 ini kami harapkan semakin memperkuat kebersamaan Persit dalam mendukung tugas para prajurit TNI AD,” ujarnya.

Partisipasi aktif para anggota menunjukkan peran Persit sebagai organisasi pendamping prajurit sekaligus ruang pemberdayaan perempuan. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan mencerminkan kekompakan dan ikatan emosional antaranggota dalam mendukung pengabdian TNI di wilayah Trenggalek.

Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah yang berlangsung meriah. Seluruh rangkaian acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Peringatan HUT ke-80 Persit KCK tersebut meninggalkan kesan tentang pentingnya persatuan, kekeluargaan, dan pelestarian budaya sebagai bagian dari jati diri organisasi.(*)

(Arwang/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *