Pangdam XII/Tanjungpura Menyapa Prajurit di Perbatasan Papua, Pastikan Tugas Negara dan Kepercayaan Rakyat Terjaga

Perbatasan28 Views

Keerom, Papua – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito meninjau langsung prajuritnya yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini, tepatnya di Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (19/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan operasi sekaligus menjaga moral prajurit yang berada di garis depan penjagaan kedaulatan negara.

Didampingi Inspektur Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Agus Firman Yusmono, Asisten Operasi Kasdam XII/Tanjungpura Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, dan Kepala Administrasi Pangdam XII/Tanjungpura Letkol Kav Sony Ranu Utama, Novi meninjau satuan Yonif 643/Wanara Sakti yang tengah menjalankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–PNG Statis.

Kehadiran Pangdam dan tim pengendalian serta pengawasan operasi disambut hangat oleh Komandan Satgas Yonif 643/Wanara Sakti Letkol Inf Adhi Sumarno bersama para perwira dan prajurit. Di hadapan mereka, Novi menegaskan bahwa tugas operasi di wilayah perbatasan merupakan kehormatan sekaligus amanah besar negara.

“Penugasan operasi adalah kehormatan bagi setiap prajurit. Saya mengapresiasi dedikasi, loyalitas, dan semangat yang telah ditunjukkan seluruh prajurit dalam menjaga wilayah perbatasan,” ujar Novi.

Dalam kesempatan itu, Adhi Sumarno melaporkan kondisi terkini wilayah penugasan serta berbagai kegiatan yang telah dilakukan jajarannya. Selain menjaga keamanan, Satgas Yonif 643/Wanara Sakti juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial dan teritorial di tengah masyarakat.

Satgas tercatat beberapa kali menggagalkan upaya penyelundupan ganja saat sweeping, mengamankan puluhan atribut TNI yang diduga akan disalahgunakan oleh kelompok separatis, serta menemukan amunisi dan bendera Bintang Kejora. Di luar tugas pengamanan, prajurit juga terlibat dalam rehabilitasi masjid dan sekolah, pembagian bantuan sembako, bantuan bibit tanaman dan ternak, hingga pemberian beasiswa serta perlengkapan sekolah bagi pelajar.

Menurut Adhi, kunjungan Pangdam menjadi suntikan moral bagi seluruh prajurit di lapangan.

“Kami merasa bangga dan terhormat atas kunjungan ini. Kehadiran Pangdam membangkitkan semangat dan moril prajurit dalam menjalankan tugas,” katanya.

Dalam arahannya, Novi menekankan pentingnya kewaspadaan dan profesionalisme prajurit dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia juga mengingatkan agar prajurit senantiasa menjaga kedisiplinan dan menghindari pelanggaran sekecil apa pun.

Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan tugas di perbatasan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan prajurit membangun kepercayaan masyarakat.

“Prajurit harus mampu merebut hati rakyat dan menjadi bagian dari solusi atas kesulitan masyarakat di sekitarnya. Itulah makna sejati pengabdian,” ujar Novi.

Di wilayah perbatasan yang jauh dari pusat kota, kehadiran prajurit tidak sekadar menjadi penjaga batas negara, tetapi juga menjadi harapan dan penguat bagi masyarakat. Kunjungan Pangdam menjadi penegasan bahwa negara hadir, mengawasi, sekaligus memberi dukungan bagi para prajurit yang menjaga kedaulatan di ujung timur Indonesia.(*)

(Bro Jhonni/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *