Operasi Dakwah Ramadan, LD PWNU Jatim Kerahkan Da’i ke Wilayah Terpencil Ngluyu

Religiusitas35 Views

Nganjuk, Jawa Timur – Sebuah operasi pembinaan masyarakat berbasis keagamaan diluncurkan di wilayah terpencil Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, hari ini, Selasa (17/2/2026). Program bertajuk “Da’i Bina Desa Aswaja An-Nahdliyah ini akan berlangsung hingga 10 Maret 2026, dengan fokus memperkuat ketahanan sosial-keagamaan masyarakat pedesaan selama bulan Ramadan.

Program ini diinisiasi oleh Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sebagai bagian dari misi jangka menengah untuk memperluas jangkauan dakwah Islam moderat di wilayah dengan keterbatasan akses infrastruktur dan komunikasi.

Berbasis di Pendopo Kecamatan Ngluyu sebagai titik awal operasi, para da’i akan diterjunkan langsung ke desa-desa sasaran untuk menjalankan fungsi pembinaan keagamaan, pendampingan sosial, serta penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Koordinator program, KH Imam Mawardi, menyatakan bahwa misi ini merupakan kelanjutan dari operasi serupa yang telah dijalankan tahun sebelumnya.

“Program ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk menghadirkan dakwah yang menenangkan, membangun, dan memperkuat kohesi sosial masyarakat,” ujarnya.

Operasi ini didukung oleh jaringan institusi keagamaan dan pendidikan, termasuk Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur, PCNU Kabupaten Nganjuk, serta sejumlah pesantren dan perguruan tinggi seperti Pesantren Tebuireng, Pesantren Lirboyo, Pesantren An-Nur Malang, Pesantren Al-Azhar Tulungagung, dan Universitas Islam Malang.

Ketua PCNU Kabupaten Nganjuk, KH Hasyim Affandi, menegaskan bahwa wilayah Ngluyu memiliki karakteristik operasional yang menantang, termasuk keterbatasan akses komunikasi dan kondisi geografis yang relatif terisolasi.

“Wilayah seperti Ngluyu membutuhkan kehadiran langsung para da’i untuk memperkuat fondasi keagamaan masyarakat dan menjaga stabilitas sosial,” katanya.

Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, KH Syukron Djazilan, menekankan bahwa keberhasilan misi dakwah bergantung pada pendekatan berbasis keteladanan dan interaksi langsung dengan masyarakat sasaran.

“Dakwah bukan sekadar penyampaian pesan, tetapi membangun kepercayaan melalui keteladanan dan kedekatan,” ujarnya.

Di tingkat lapangan, Ketua MWCNU Ngluyu, Kiai Roji, mengonfirmasi bahwa beberapa desa sasaran berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan komunikasi. Kondisi tersebut menuntut kesiapan mental dan daya tahan tinggi dari para da’i yang diterjunkan.

“Medannya tidak selalu mudah. Namun, kehadiran mereka sangat penting bagi masyarakat,” ujarnya.

Camat Ngluyu, Sanusi, menyatakan bahwa pendekatan dakwah yang menghormati kearifan lokal akan memperkuat penerimaan masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah tradisi lokal yang masih dijaga sebagai bagian dari identitas sosial wilayah tersebut.

Melalui pengerahan personel dakwah ini, LD PWNU Jawa Timur menargetkan terciptanya penguatan ketahanan sosial-keagamaan masyarakat pedesaan, khususnya selama periode Ramadan. Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan nilai-nilai keagamaan moderat tetap terjaga di wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses dan sumber daya. (*)

(Jumari/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *