
Tulungagung, Jawa Timur – Deretan bibit mangrove ditanam di pesisir Pantai Cemoro Sewu, Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Senin (25/5/2026). Aksi penghijauan yang melibatkan TNI, Polri, Perhutani, kelompok sadar wisata, dan warga setempat itu menjadi upaya bersama menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus memperkuat ekosistem pantai.
Kegiatan dipimpin Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letnan Kolonel Arh Hanny Galih Satrio bersama jajaran Kodim 0807/Tulungagung. Penanaman mangrove tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman mangrove serentak yang terhubung secara virtual dengan Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Pembinaan Teritorial Brigjen TNI Boemi Aryo Bimo.
Mengusung tema “TNI Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh Negeri Tangguh”, kegiatan itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda simbolik, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kawasan pesisir yang rentan terhadap kerusakan lingkungan.
Di sepanjang garis pantai Cemoro Sewu, peserta penanaman tampak bergotong royong menancapkan bibit mangrove ke area pesisir berlumpur. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai destinasi wisata pantai di Tulungagung selatan, namun juga menghadapi ancaman abrasi saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Hanny Galih Satrio mengatakan, mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan alam pesisir. Selain menahan abrasi, tanaman itu juga berperan menjaga habitat biota laut dan menopang kehidupan masyarakat sekitar pantai.
“Penanaman mangrove ini merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau TNI, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, kelestarian kawasan pesisir akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan ekonomi warga, terutama masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan pariwisata.
Sementara itu, Brigjen TNI Boemi Aryo Bimo dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan penanaman mangrove menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan kerusakan kawasan pantai.
Ia menyebut, keberadaan hutan mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami pesisir karena mampu mengurangi dampak abrasi, menjaga kualitas ekosistem laut, serta membantu menyerap emisi karbon.
Melalui kegiatan tersebut, kesadaran kolektif masyarakat untuk merawat kawasan pantai diharapkan terus tumbuh sehingga wilayah pesisir tetap hijau, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(*)
(Arwang/Sulaiman)













