Menghimpun ‘Puzzle’ yang Tercerai, Alumni UNAIR Jakarta Bangun Kekuatan Kolektif

Edukasi13 Views

Surabaya, Jawa Timur – Di sebuah ruang pertemuan di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, kepingan-kepingan yang selama ini tersebar mulai dirangkai. Ikatan Alumni Universitas Airlangga (UNAIR) Wilayah DKI Jakarta, Minggu (26/4/2026), mempertemukan lintas generasi alumni dalam satu ikhtiar yaitu menghimpun potensi yang tercerai menjadi kekuatan kolektif.

Pertemuan itu tidak berhenti pada silaturahmi. Di balik suasana hangat antaralumni, terselip kesadaran bahwa jejaring yang selama ini berjalan sendiri-sendiri perlu disatukan agar memberi dampak yang lebih luas, baik bagi almamater maupun masyarakat.

Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Madyan, menegaskan bahwa kekuatan perguruan tinggi tidak semata ditentukan oleh aktivitas akademik di dalam kampus. Justru, kiprah para alumni di berbagai sektor menjadi representasi nyata nilai-nilai yang dibangun oleh universitas.

“Kiprah alumni di pemerintahan, dunia usaha, profesional, maupun sosial merupakan cerminan nilai-nilai yang kita bangun bersama di UNAIR. Kami bangga atas kontribusi tersebut,” ujarnya dalam keterangannya di Surabaya, Senin (27/4/2026).

Menurut Madyan, UNAIR saat ini tengah bertransformasi menjadi entrepreneurial university, sebuah arah baru yang menuntut lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan peluang. Dalam konteks itu, alumni memegang peran strategis sebagai penghubung sekaligus penggerak.

“Melalui Ikatan Alumni UNAIR, hubungan ini diharapkan tidak berhenti pada nostalgia, tetapi berkembang menjadi kolaborasi nyata, baik dalam pengembangan karier mahasiswa, riset, kewirausahaan, maupun kontribusi sosial,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara kampus dan alumni menjadi kunci untuk memperkuat institusi sekaligus memperluas dampaknya bagi masyarakat. UNAIR, lanjutnya, tetap membuka diri sebagai ruang bersama bagi alumni untuk kembali, berbagi, dan bertumbuh.

Sementara itu, Ketua IKA UNAIR DKI Jakarta, Ramdan Deni Prakoso, menyoroti pentingnya membangun basis data alumni sebagai fondasi dari kekuatan kolektif tersebut. Selama ini, kata dia, banyak alumni yang sebenarnya berada dalam satu lingkungan kerja, tetapi tidak saling mengetahui latar belakang yang sama.

“Kita ingin menyusun kembali ‘puzzle’ alumni Airlangga di Jakarta. Masih banyak yang belum saling mengetahui, bahkan dalam satu kantor yang sama,” ujarnya.

Menurut Ramdan, pemetaan itu bukan sekadar pendataan administratif, melainkan pintu masuk untuk membangun interaksi yang lebih intens dan produktif. Dengan saling terhubung, alumni diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam mendukung sesama alumni maupun berkontribusi kepada almamater.

Ia juga mendorong para alumni yang berada di posisi strategis untuk memberi ruang bagi sesama lulusan UNAIR. “Interaksi yang kuat akan memperbesar kontribusi kita terhadap almamater,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, dengan mencontoh konsistensi grup musik Padi yang tetap meluangkan waktu untuk berkontribusi bagi almamaternya.

“Semangat itu yang perlu kita jaga. Kebersamaan harus dirawat agar jejaring ini semakin solid,” ujarnya.

Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, upaya menghimpun “puzzle” yang tercerai itu menjadi langkah awal. Dari pertemuan sederhana, alumni UNAIR di Jakarta mencoba merajut kembali simpul-simpul yang terlepas, menjadikannya kekuatan kolektif yang tidak hanya menguatkan kampus, tetapi juga memberi arti bagi masyarakat luas.(*)

(Khefti/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *