Boyolali, Jawa Tengah – Gerakan tangan dan langkah kaki para prajurit tampak serempak di Lapangan Upacara Makodim 0724/Boyolali, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (25/2/2026). Melalui latihan pencak silat militer, mereka mengasah kemampuan fisik sekaligus memperkuat ketahanan mental sebagai bagian dari kesiapan menjalankan tugas.
Latihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan fisik rutin satuan. Di bawah arahan pelatih, prajurit mempraktikkan berbagai teknik dasar bela diri, mulai dari sikap bertahan hingga teknik serangan, dengan disiplin dan konsentrasi tinggi.
Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro mengatakan latihan pencak silat militer memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan fisik dan mental prajurit.
“Melalui latihan ini, prajurit tidak hanya meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga membangun mental yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas,” ujarnya.
Menurut dia, pencak silat militer menjadi bagian dari pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter prajurit. Nilai-nilai seperti ketahanan, sportivitas, dan pengendalian diri menjadi bagian penting dalam latihan tersebut.
Selain meningkatkan kemampuan individu, latihan bersama juga memperkuat kebersamaan dan kekompakan antar prajurit. Kesiapan fisik dan mental dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Pencak silat militer merupakan bagian dari tradisi bela diri yang telah lama menjadi bagian dari pembinaan prajurit TNI. Melalui latihan yang terprogram dan berkelanjutan, prajurit diharapkan mampu menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat ketahanan mental dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)








