Trenggalek, Jawa Timur – Warga Desa Pandean, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, bersama Babinsa setempat bergotong royong membersihkan aliran sungai sebagai upaya mengantisipasi banjir dan menjaga kelestarian lingkungan, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan Babinsa Desa Pandean, Serma Guguk, bersama warga tersebut difokuskan pada pembersihan rumput liar, tanaman pengganggu, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air. Upaya itu dilakukan untuk memastikan sungai tetap berfungsi optimal, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Sejak pagi, warga dan aparat TNI tampak bekerja bersama di sepanjang aliran sungai. Mereka membersihkan semak, mengangkat sampah, dan menyingkirkan material yang berpotensi menyebabkan penyumbatan. Suasana gotong royong terlihat kental mewarnai kegiatan tersebut.
Serma Guguk mengatakan, pembersihan sungai merupakan langkah sederhana namun penting dalam mengurangi risiko banjir di lingkungan permukiman. Menurut dia, aliran sungai yang bersih akan memperlancar arus air dan mengurangi kemungkinan terjadinya luapan saat hujan deras.
“Menjaga kondisi sungai agar tetap bersih harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat juga perlu memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai,” kata Guguk.
Ia menuturkan, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah atau aparat semata. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mengurangi potensi bencana akibat kerusakan ekosistem.
Selain bertujuan menjaga kelancaran aliran air, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Bagi masyarakat Desa Pandean, kerja bakti itu bukan sekadar membersihkan sungai, melainkan juga investasi sosial untuk menjaga keselamatan bersama. Dengan aliran sungai yang terawat dan kesadaran warga yang terus tumbuh, risiko banjir saat musim hujan diharapkan dapat ditekan sejak dini.(*)
(Arwang/Sulaiman)














