
Kuala Lumpur, Malaysia – Sebuah langkah berani dari seorang pengusaha Indonesia berpotensi mengguncang peta industri tembakau global. Dari kamar 1803 Hotel JW Marriott Kuala Lumpur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang dikenal sebagai Gus Lilur, mendeklarasikan pembentukan Bandar Rokok Nusantara Global Group (BARONG Group), sebuah induk perusahaan yang dirancang untuk menantang dominasi raksasa industri rokok dunia dengan senjata utama: tembakau Nusantara.
Deklarasi itu bukan sekadar ambisi bisnis biasa. Gus Lilur menyebutnya sebagai operasi strategis lintas negara untuk membawa tembakau Indonesia menjadi kekuatan global melalui jaringan pabrik dan ekspansi pasar internasional.
“Selama ini perusahaan rokok asing bebas mengangkangi pasar Indonesia. Sudah waktunya ada anak bangsa yang berani melakukan hal yang sama, berangkat dari Indonesia untuk menaklukkan pasar rokok dunia,” kata Gus Lilur kepada media.
BARONG Group dibangun sebagai platform ekspansi global industri rokok berbasis tembakau Nusantara. Dalam rancangan awalnya, perusahaan ini akan bergerak melalui tiga agenda ekspedisi strategis yang ia sebut sebagai EPARSIA (Ekspedisi Pasar Rokok Asia-Australia).
Tiga agenda tersebut meliputi:
- Ekspedisi Pasar Rokok Asia-Australia untuk membuka jaringan distribusi dan perdagangan lintas negara.
- Ekspedisi Pabrik Rokok Asia-Australia, yakni pembangunan fasilitas produksi di berbagai negara.
- Ekspedisi Pabrik Rokok Indonesia-Dunia, yakni pembangunan pabrik raksasa di Indonesia yang terhubung dengan jaringan produksi global.
Menurut Gus Lilur, model ekspansi ini meniru pola yang selama puluhan tahun dilakukan perusahaan multinasional rokok yaitu membangun pabrik di banyak negara sekaligus menguasai rantai pasok global.
Namun ada satu perbedaan fundamental. “Kalau mereka membawa tembakau dari luar ke Indonesia, kami justru membawa tembakau Indonesia ke dunia,” ujarnya.
Tembakau Nusantara sebagai Senjata Strategis
Bagi Gus Lilur, kunci utama industri rokok global bukan sekadar merek atau teknologi produksi, melainkan kualitas tembakau. Dan Indonesia, menurutnya, memiliki salah satu kekayaan tembakau paling beragam di dunia.
Ia menyebut sedikitnya tujuh varietas tembakau Nusantara yang siap dibawa ke pasar internasional:
- Tembakau Lombok (NTB) – varian Virginia blend dengan karakter rasa kuat
- Tembakau Madura – dikenal sebagai salah satu oriental blend terbaik
- Tembakau Jember – basis Burley blend berkualitas tinggi
- Tembakau Besuki Situbondo – tembakau khas dengan aroma kompleks
- Tembakau Deli Sumatera Utara – terkenal di pasar cerutu dunia
- Tembakau Srintil Temanggung – varietas premium bernilai tinggi
- Tembakau Lumajang – karakter rasa yang mampu bersaing dengan tembakau global
Ironisnya, kata dia, di tengah kekayaan varietas itu petani tembakau Indonesia justru hidup dalam kemiskinan selama puluhan tahun. “Negeri ini gudangnya tembakau nikmat. Tapi petaninya masih miskin. Ini paradoks yang harus diakhiri,” tegasnya.
Ambisi Geopolitik Industri
BARONG Group, menurut Gus Lilur, tidak hanya berbicara tentang bisnis, tetapi juga kedaulatan ekonomi tembakau Indonesia. Ia ingin menciptakan model industri di mana pabrik rokok berdiri di berbagai negara, tetapi bahan baku tembakau berasal dari Indonesia, dan petani tembakau Nusantara menjadi pemain utama dalam rantai pasok global.
Jika skema itu berjalan, jutaan petani tembakau Indonesia berpotensi menikmati peningkatan nilai ekonomi yang selama ini lebih banyak dinikmati perusahaan multinasional. “Kalau orang luar bisa menjadi raksasa rokok di Indonesia, kenapa anak bangsa tidak bisa menjadi raksasa rokok dunia?” ujarnya.
Deklarasi BARONG Group lahir dari perjalanan bisnis Gus Lilur dalam ekspedisi pasar rokok Asia-Australia, di mana ia bertemu sejumlah mitra dari delapan negara di Kuala Lumpur.
Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan awal untuk membangun perusahaan induk baru yang akan segera dilegalisasi.
Dari kamar hotel tempat deklarasi itu dibuat, Gus Lilur menutup pernyataannya dengan nada reflektif sekaligus menantang. “Doa saya sederhana yaitu semoga tembakau Nusantara menjadi raja di panggung dunia, dan jutaan petani tembakau Indonesia hidup sejahtera,” katanya.
Jika rencana ini berhasil, BARONG Group berpotensi menjadi salah satu proyek ekspansi industri tembakau paling ambisius yang pernah digagas oleh pengusaha Indonesia, sebuah langkah yang dapat mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar menjadi kekuatan produksi rokok global.(*)
Editor: Sulaiman







