Festival Raimuti 2026 Hidupkan Budaya Bahari dan Ekonomi Warga

Manokwari, Papua Barat – Suara dayung memecah perairan Dermaga Haji Rahman Mansim, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Puluhan perahu berpacu di lintasan, sementara warga memadati kawasan festival dan stan usaha mikro, kecil, dan menengah. Festival Raimuti 2026 tak sekadar menjadi arena perlombaan, tetapi juga ruang untuk merawat budaya bahari sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Festival yang digelar Kodam XVIII/Kasuari tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung pada sejak Kamis (6/8/2026) dan berakhir hari ini, Sabtu (8/8/2036) dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Festival dibuka Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dian Hardiana, mewakili Pangdam XVIII/Kasuari, Kamis (6/8/2026). Dalam sambutan Pangdam yang dibacakan Kasdam, Festival Raimuti disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus menjaga warisan budaya maritim.

Festival tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi laut sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

Setelah pembukaan, perlombaan dayung tradisional putra langsung digelar dan diikuti 82 tim. Adapun lomba dayung tradisional putri diikuti 27 tim. Kedua perlombaan menggunakan lintasan sepanjang 300 meter.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurut dia, kegiatan seperti Raimuti dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya bahari sekaligus mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Antusiasme peserta berlanjut pada hari kedua, Jumat (7/8/2026). Sebanyak 78 peserta mengikuti balap perahu motor 15 PK dengan lintasan sepanjang 1.200 meter.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi turut bergerak di kawasan festival. Puluhan stan UMKM menawarkan beragam produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk unggulan masyarakat. Kehadiran stan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada pengunjung.

Secara keseluruhan, Festival Raimuti 2026 diikuti 193 tim dari berbagai daerah di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir Sabtu (8/8/2026) dengan agenda final seluruh cabang perlombaan.

Festival Raimuti menunjukkan bahwa olahraga tradisional dan budaya bahari dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata serta ekonomi masyarakat. Di tengah persaingan perahu di lintasan, festival itu sekaligus menjadi ruang perjumpaan warga untuk merawat kebersamaan dan identitas maritim Papua Barat.(*)

(Johannes/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *