Di Barurejo, Prajurit TMMD Mengajar: Menjaga Asa Anak-anak di Sudut Krisik

Edukasi53 Views

Blitar, Jawa Timur – Siang itu, di sebuah sudut Dusun Barurejo, Kecamatan Krisik, suara anak-anak mengeja huruf dan menyebut angka terdengar bersahut-sahutan. Di hadapan papan tulis sederhana, dua prajurit TNI duduk bersila, membimbing dengan sabar. Bagi Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0808/Blitar, membangun desa tak hanya soal jalan dan talud, tetapi juga tentang merawat masa depan.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di wilayah ini memang memprioritaskan sejumlah pembangunan fisik. Namun, di sela pekerjaan itu, prajurit menyisihkan waktu untuk kegiatan nonfisik: membimbing belajar anak-anak. Selasa (3/3/2026), kegiatan itu kembali digelar dengan suasana hangat dan penuh antusias.

Serda Raka dan Prada Rofi turun langsung menjadi pengajar. Mereka membantu anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Dengan pendekatan yang komunikatif, keduanya berusaha membuat suasana belajar terasa menyenangkan.

“Kami ingin kehadiran Satgas TMMD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Serda Raka di sela kegiatan.

Menurut dia, pengabdian TNI tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pembinaan mental dan pendidikan generasi muda juga menjadi bagian penting dari upaya membangun desa secara utuh.

Prada Rofi menambahkan, semangat belajar anak-anak Dusun Barurejo patut diapresiasi. Dengan fasilitas yang terbatas, mereka tetap menunjukkan minat besar untuk memahami pelajaran. “Anak-anaknya aktif bertanya dan tidak mudah menyerah,” katanya.

Bagi warga, kehadiran prajurit sebagai pendamping belajar menjadi angin segar. Sejumlah orangtua mengaku terbantu, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan tambahan bimbingan di luar jam sekolah. Tidak semua keluarga memiliki akses pada les privat atau pendampingan akademik intensif.

Kepala dusun setempat menyebut, kegiatan ini memberi dampak positif, bukan hanya bagi kemampuan akademik anak, tetapi juga bagi pembentukan karakter. Interaksi langsung dengan prajurit TNI dinilai menumbuhkan kedisiplinan, rasa percaya diri, dan semangat kebangsaan.

Program nonfisik seperti ini menjadi pelengkap pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan. Jalan desa mungkin akan mempermudah mobilitas warga, tetapi pendidikanlah yang membuka peluang lebih luas bagi generasi berikutnya.

Di Barurejo, TMMD menghadirkan makna pembangunan yang lebih menyeluruh. Di antara tumpukan material dan alat kerja, ada ruang-ruang kecil tempat huruf-huruf dirangkai, angka-angka dihitung, dan cita-cita dipupuk.

Bagi anak-anak itu, mungkin pertemuan dengan para prajurit hanya berlangsung sementara, selama program berjalan. Namun, pelajaran yang ditanamkan, tentang ketekunan, disiplin, dan semangat belajar, diharapkan tinggal lebih lama, bahkan menjadi bekal menapaki masa depan.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *