Surabaya, Jawa Timur – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan kiprah alumninya di tingkat internasional. Salah satu lulusan Program Magister Psikologi (MAPSI), Judit Dos Reis Sarmento, kini mengabdikan diri di Ministry of Social, Solidarity, and Inclusion (MSSI) atau Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusi Timor Leste.
Dalam perannya sebagai Kepala Departemen Perlindungan Sosial untuk Perempuan, Judit menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan kasus kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga. Ia turut menginisiasi kerja sama strategis dengan International Labour Organization (ILO) melalui program Spotlight Initiative yang didukung Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Saya menyadari tingginya beban mental yang harus dipikul oleh para korban, termasuk para pendampingnya,” ujar Judit dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Kesadaran tersebut mendorongnya menyelenggarakan pelatihan dukungan psikologis dasar bagi para pegawai. Menurut dia, staf teknis dan profesional di lapangan rentan mengalami tekanan psikologis karena setiap hari berhadapan dengan trauma korban kekerasan.
Kondisi itu, lanjutnya, menjadi semakin krusial ketika angka kekerasan berbasis gender di Timor Leste meningkat tajam selama pandemi Covid-19, dipicu tekanan ekonomi dan isolasi sosial.
Tidak hanya berfokus pada isu perempuan, Judit juga memperluas perhatian pada kelompok rentan lainnya. Saat menjabat sebagai Direktur Pusat Solidaritas Sosial dan Inklusi (CSSI) di Dili, ia aktif mendorong pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus melalui berbagai program edukasi masyarakat.
“Saya mencoba menghadirkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menggencarkan sosialisasi mengenai rezim iuran jaminan sosial bagi aparatur sipil negara. Program tersebut bertujuan memastikan keberlanjutan kesejahteraan melalui kontribusi sebesar empat persen dari pendapatan pegawai.
Masa jabatan Judit sebagai Direktur CSSI berakhir pada 10 Februari 2025. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Ini merupakan kehormatan besar dalam perjalanan karier saya di bidang administrasi publik,” ujarnya.
Kiprah Judit mencerminkan peran lulusan UNAIR dalam membawa dampak lintas batas negara. Dedikasinya pada perlindungan penyintas kekerasan, dukungan kesehatan mental bagi pendamping korban, serta penguatan sistem inklusi dan jaminan sosial menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam isu-isu kemanusiaan global.(*)
(Khefti/Sulaiman)












