Dari Pos Bori ke Pintu Rumah, Cara TNI Menjawab Sunyi Layanan Kesehatan di Maybrat

Kesehatan19 Views

Maybrat, Papua Barat Daya – Di Kampung Bori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, akses terhadap layanan kesehatan bukan perkara mudah. Jarak yang jauh menuju fasilitas kesehatan permanen membuat sebagian warga harus menahan sakit lebih lama, atau bahkan memilih tidak berobat sama sekali.

Dalam situasi seperti itu, kehadiran Satgas Pamtas Kewilayahan RI–PNG Yonif 763/SBA menjadi lebih dari sekadar tugas pengamanan. Pada Senin (13/4/2026), mereka datang membawa layanan yang sederhana, tetapi krusial: pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan dipusatkan di Pustu Bori, satu-satunya titik layanan kesehatan yang dapat dijangkau warga setempat. Sejak pagi, warga mulai anak-anak hingga orang tua, berkumpul untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka.

Dokter Satgas Yonif 763/SBA, Lettu Ckm dr. Muhammad Iqbal, membuka kegiatan dengan penyuluhan kesehatan. Ia mengingatkan pentingnya pola hidup sehat di tengah keterbatasan fasilitas medis. Edukasi itu menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran, bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus menunggu sakit datang.

Setelah itu, satu per satu warga menjalani pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol. Beberapa lainnya mendapatkan penanganan luka ringan dan obat-obatan dasar.

Namun, pelayanan tidak berhenti di titik kumpul. Bagi warga yang tidak mampu berjalan, terutama lanjut usia, tim kesehatan memilih mendatangi mereka langsung ke rumah. Dari pintu ke pintu, layanan diberikan secara personal, memastikan tidak ada warga yang terlewat.

Pendekatan ini menjadi penting di wilayah seperti Kampung Bori, di mana kondisi geografis kerap menjadi penghalang utama akses layanan dasar. Kehadiran tenaga kesehatan, apalagi yang datang langsung ke rumah, menghadirkan rasa diperhatikan sekaligus kelegaan.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi warga, layanan ini bukan hanya soal pengobatan, melainkan juga tentang kehadiran negara yang bisa dirasakan secara nyata.

Lebih jauh, kegiatan semacam ini memperlihatkan wajah lain dari tugas TNI di wilayah perbatasan, tidak semata menjaga kedaulatan, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Satgas Yonif 763/SBA menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program serupa selama masa penugasan. Di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Maybrat, langkah-langkah kecil semacam ini kerap menjadi jembatan penting menuju kehidupan yang lebih sehat.(*)

(Johannes/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *