Dari Pasar Bunder, Sragen Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI

POLITIKANA29 Views

Sragen, Jawa Tengah – Pagi itu, deretan lapak di Pasar Bunder tak hanya dipadati pedagang dan pembeli. Prajurit TNI, aparat kepolisian, hingga jajaran pemerintah daerah turun bersama menyapu, mengangkut sampah, dan membersihkan selokan. Dari jantung ekonomi rakyat Sragen itulah Gerakan Indonesia ASRI digaungkan.

Kodim 0725/Sragen bersama Pemerintah Kabupaten Sragen dan Polres Sragen, Jumat (20/2/2026), menggelar kerja bakti kolaboratif dalam bingkai Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Aksi bersih-bersih itu menjadi bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Presiden untuk mendorong terciptanya lingkungan yang tertata, sehat, dan berkelanjutan.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan, gerakan tersebut berangkat dari arahan Presiden dalam pertemuan bersama kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah pada awal Februari lalu. Presiden, kata dia, menekankan pentingnya kebersihan sebagai fondasi kualitas hidup masyarakat.

“Presiden mengingatkan bahwa kita belum sepenuhnya mampu menghadirkan lingkungan yang bersih dan tertata. Karena itu, beliau menginstruksikan agar gerakan kerja bakti digiatkan kembali di daerah masing-masing,” ujar Sigit saat apel sebelum kegiatan dimulai.

Menurut dia, kebersihan bukan semata tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. “Ini kolaborasi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Masyarakat harus ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan,” katanya.

Pasar Bunder dipilih sebagai titik awal karena perannya yang vital sebagai pusat aktivitas ekonomi warga. Area pasar kerap menghadapi persoalan klasik, mulai dari penumpukan sampah hingga saluran air yang tersumbat. Melalui kerja bakti bersama, pemerintah daerah ingin memberi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang-ruang publik yang paling dekat dengan keseharian warga.

Komandan Kodim 0725/Sragen Dindin Rohidin menegaskan, Gerakan Indonesia ASRI tidak boleh dipandang sekadar program sesaat. Ia menyebutnya sebagai upaya membangun budaya baru—budaya peduli lingkungan dan bertanggung jawab terhadap alam.

“Indonesia yang maju berawal dari lingkungan yang terjaga. Masa depan yang cerah lahir dari alam yang lestari,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi TNI, kegiatan kerja bakti bukan hal baru. Kodim Sragen secara rutin terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pembersihan fasilitas umum dan penghijauan. Namun, melalui gerakan ini, keterlibatan itu diperluas dengan kolaborasi lintas sektor agar dampaknya lebih terasa.

Sejumlah pedagang menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap pembersihan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan berlanjut secara berkala. Lingkungan pasar yang bersih, menurut mereka, akan membuat pembeli lebih nyaman dan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi.

Gerakan Indonesia ASRI, sebagaimana ditekankan pemerintah daerah, mencakup berbagai aksi konkret, mulai dari pengelolaan sampah, penanaman pohon, perawatan sungai, hingga penataan ruang terbuka hijau. Langkah-langkah sederhana itu dinilai memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan lingkungan.

Dari Pasar Bunder, pesan itu ditegaskan kembali: membangun Indonesia yang sehat dan berkelanjutan dimulai dari kesadaran kolektif menjaga kebersihan di sekitar kita.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *