
Jakarta, – Booth 18 milik Almira ADS dalam ajang PERSIT BISA Vol. II 2026 mencuri perhatian pengunjung lewat perpaduan busana modern dengan kekayaan tenun nusantara. Karya-karya rancangan Ny. Almira Try Suhandy MS tampil elegan sekaligus menghadirkan sentuhan etnik yang kuat, menjadikan booth tersebut ramai dikunjungi sejak hari pertama pameran.
Setiap koleksi yang dipamerkan menampilkan harmoni antara potongan busana kontemporer dan keindahan wastra tenun sebagai identitas budaya lokal. Pemilihan warna yang lembut, detail desain yang modern, serta karakter tenun yang tetap dipertahankan menghadirkan kesan anggun dan berkelas tanpa meninggalkan akar tradisi.
Keberadaan Almira ADS di PERSIT BISA tidak sekadar menawarkan produk fesyen, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kain tenun dapat diolah menjadi karya mode yang relevan dengan perkembangan industri kreatif masa kini. Melalui sentuhan desain modern, tenun tampil lebih adaptif dan memiliki daya saing di tengah tren fesyen yang terus berkembang.
Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Banyak di antara mereka menilai karya Almira ADS berhasil menghadirkan wajah baru tenun nusantara—lebih segar, eksklusif, dan dekat dengan kebutuhan pasar modern.
Booth 18 juga mendapat perhatian dari jajaran pimpinan Persit Kartika Chandra Kirana. Ketua Umum Persit KCK Ny. Uli Maruli Simanjuntak bersama Ketua Persit KCK PG Kostrad Ny. Ira M. Fadjar dan Ketua Persit KCK Koorcab Divif 1 PG Kostrad Ny. Ira Fikri Musmar meninjau langsung koleksi yang dipamerkan.
Dalam kunjungan tersebut, mereka memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi desain yang dinilai mampu memadukan unsur modern dengan kekayaan kain tenun nusantara secara elegan dan bernilai ekonomi tinggi. Dukungan itu sekaligus menjadi dorongan bagi pengembangan karya kreatif anggota Persit di bidang fesyen dan industri kreatif berbasis budaya lokal.
Antusiasme pengunjung juga tercermin dari capaian penjualan pada hari pertama pameran. Sebanyak sembilan potong busana rancangan Almira ADS berhasil terjual.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa produk berbasis tenun dengan pendekatan modern memiliki peluang pasar yang kuat. Keberhasilan Booth 18 pun menjadi bagian dari semangat PERSIT BISA dalam mendorong pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis wastra nusantara.(*)
(Jhonni/Sulaiman)







