
Sigi, Sulawesi Tengah – Upaya penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus dilakukan. Untuk memastikan kondisi warga dan percepatan penanganan darurat, Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi H. meninjau langsung sejumlah desa terdampak, Rabu (17/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Danrem bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendatangi sejumlah wilayah yang mengalami dampak gempa, yakni Desa Kamarora A, Desa Kamarora B, Desa Sintuwu, dan Desa Kadidia.
Peninjauan lapangan dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah dan diikuti Pangdam XIII/Merdeka, Kapolda Sulawesi Tengah, Danlanal Palu, Bupati Sigi, Dandim 1306/Kota Palu, tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Selain melihat kondisi kerusakan di lapangan, rombongan juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan kebutuhan mendesak yang muncul setelah gempa. Berbagai kebutuhan dasar, mulai dari layanan darurat hingga dukungan logistik, menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Suntara menegaskan, kehadiran pemerintah dan aparat di lokasi bencana bertujuan memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat dan tepat sasaran.
“Keberadaan kami di sini untuk memastikan kondisi masyarakat, melihat langsung dampak yang terjadi, serta memastikan seluruh unsur bergerak cepat membantu warga yang terdampak. Keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia juga memastikan personel TNI di lapangan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BNPB, dan berbagai unsur terkait guna mempercepat penanganan darurat serta distribusi bantuan kemanusiaan.
Kehadiran jajaran Forkopimda di wilayah terdampak dinilai penting untuk memastikan proses penanganan berjalan terpadu. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga sebagai dasar penentuan langkah-langkah pemulihan berikutnya.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BNPB, dan sejumlah instansi terkait terus berupaya mempercepat respons terhadap dampak gempa agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali pulih.
Di tengah proses pendataan dan penanganan darurat yang masih berlangsung, aparat juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.(*)
(Johannes/Sulaiman)







