109 Transmigran Terima SHM, Wamen Ingatkan Lahan Jangan Dijual

POLITIKANA210 Views

Gorontalo, – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengingatkan para transmigran agar tidak menjual lahan yang telah bersertipikat hak milik (SHM). Lahan tersebut, menurut dia, merupakan aset legal yang dapat menjadi sumber penghidupan keluarga.

Pesan itu disampaikan saat penyerahan SHM kepada 109 transmigran di Kawasan Transmigrasi Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (8/4/2026), di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Bukit Aren. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus.

“SHM ini bukti kepemilikan yang sah. Jangan dijual, tetapi dikelola agar memberi manfaat ekonomi bagi keluarga,” ujar Viva Yoga.

Hal serupa disampaikan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus. Ia meminta transmigran tidak melepas lahan, namun memanfaatkannya secara produktif, termasuk sebagai jaminan usaha jika diperlukan.

Dalam dialog dengan warga, Viva Yoga menerima keluhan terkait masih adanya lahan transmigran yang belum bersertipikat. Ia mengakui persoalan tersebut terjadi akibat tumpang tindih dengan kawasan lain, termasuk kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan.

Menurut dia, persoalan tumpang tindih tersebut sejatinya telah memiliki dasar penyelesaian melalui rapat kerja antara Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR. Dalam kesepakatan itu, kawasan kehutanan atau taman nasional yang berada di wilayah transmigrasi dapat dilepaskan sesuai ketentuan.

“Kita proses sesuai aturan yang berlaku agar status lahannya menjadi jelas,” kata Viva Yoga.

Ia menambahkan, minat pemerintah daerah terhadap program transmigrasi saat ini cukup tinggi. Terdapat sekitar 60 usulan dari berbagai kepala daerah untuk membuka kawasan transmigrasi baru di wilayahnya.

Menurut dia, transmigrasi menjadi salah satu instrumen untuk membuka kawasan terisolasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Dari kawasan tersebut, aktivitas sosial dan ekonomi akan berkembang, yang pada akhirnya dapat melahirkan desa hingga wilayah administratif baru.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga juga mengingatkan pentingnya harmoni sosial antara transmigran dan masyarakat lokal. Ia menegaskan, transmigrasi harus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan pemerintah provinsi memberikan perhatian terhadap pengembangan kawasan transmigrasi. Ia menyebut adanya ekosistem khusus di kawasan tersebut, termasuk kebijakan prioritas bagi transmigran dalam memperoleh bantuan benih komoditas unggulan, seperti jagung.(*)

(ardi w/sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *