UNAIR dan 4 PTN-BH Tanam Pohon di Hulu Brantas: Air Adalah Sedekah Terbesar

Lingkungan405 Views

Batu, – Di tengah ancaman krisis air bersih dan perubahan iklim yang kian nyata, Universitas Airlangga (UNAIR) bersama empat perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) di Jawa Timur melaksanakan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan konservasi Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu, pada Sabtu (26/7/2025).

Empat kampus yang terlibat dalam aksi kolaboratif ini adalah Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Negeri Malang (UM). Gerakan ini juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, dan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAIR, Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes., menegaskan pentingnya menjaga hulu Sungai Brantas sebagai sumber air utama bagi jutaan warga Jawa Timur.

“Ini adalah langkah awal untuk pengabdian jangka panjang yang menyasar konservasi air. Sungai Brantas bukan sekadar aliran air, tapi penopang hidup masyarakat Jawa Timur dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Prof. Gadis juga mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam menjaga keberlangsungan ekosistem air. “Sedekah terbesar itu adalah air. Maka tugas kita bukan hanya menanam, tetapi memastikan air tetap mengalir bersih untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Menurutnya, penanaman pohon hanya salah satu dari banyak aspek yang bisa dikerjakan dalam pengabdian masyarakat. Bidang lain seperti teknologi, sosial-humaniora, ekonomi, dan kesehatan juga harus bergerak sinergis dalam satu visi bersama: menyelamatkan bumi.

Arboretum Bukan Objek Wisata

Perwakilan Perum Jasa Tirta I, Agung Nugroho, menegaskan bahwa Arboretum Sumber Brantas memiliki status sebagai kawasan konservasi strategis, bukan destinasi wisata.

“Air dari Brantas digunakan untuk pembangkit listrik, industri, hingga kebutuhan rumah tangga. Tapi air itu tidak hadir begitu saja. Ia perlu disimpan di tanah, dijaga pohon-pohon penyangga, dan dirawat hulunya,” jelas Agung.

Ia berharap kawasan ini tetap steril dari eksploitasi pariwisata massal. “Ini kawasan konservasi, bukan tempat wisata. Tapi terbuka untuk penelitian. Semakin banyak pihak yang terlibat menjaga hulu Brantas, semakin terjamin keberlangsungan air kita.”

Direktur Operasi PDAM Surya Sembada, Nanang Widyatmoko, mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa 93% pasokan air minum Kota Surabaya bergantung pada Sungai Brantas.

“Jika Sungai Brantas terganggu, maka Surabaya bisa lumpuh. Kita sudah merasakan dampak perubahan iklim: pola hujan berubah, debit air menurun, dan kualitas air terancam limbah,” katanya.

Nanang mendorong kolaborasi perguruan tinggi dengan PDAM agar tak hanya berdampak akademis, tapi juga menjawab persoalan nyata. “Gotong royong menjaga air adalah jihad peradaban. Air adalah shodaqoh terbaik.”

Aksi penanaman pohon ini merupakan tahap awal dari program pengabdian masyarakat berkelanjutan yang diinisiasi oleh UNAIR dan PTN-BH Jawa Timur. Agenda selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan September mendatang di kawasan hilir Sungai Brantas, Kota Surabaya.

UNAIR dalam hal ini diwakili oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) danSustainable Development Goals (SDGs) Center. (*)

(Rils/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *