UKM Pidie Jaya Bangkit Pascabencana, Pendampingan dan Modal Usaha Jadi Kunci Pemulihan

Ekonomi27 Views

Pidie Jaya, Aceh – Bencana yang melanda wilayah Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memukul usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Banyak pelaku usaha kehilangan peralatan, stok barang, dan sumber pendapatan akibat terhentinya aktivitas usaha.

Dalam situasi tersebut, bantuan modal dinilai belum cukup untuk memulihkan usaha tanpa diiringi pendampingan yang terarah. Melalui program Pendampingan UKM Penyintas Bencana, para akademisi berupaya memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu memanfaatkan bantuan secara produktif dan berkelanjutan.

Dosen Universitas Malikussaleh, Dr. Ibrahim Chalid, mengatakan, pendampingan menjadi faktor penting agar bantuan modal tidak habis untuk kebutuhan jangka pendek, melainkan mampu menggerakkan kembali usaha yang terdampak.

“Pendampingan adalah kunci agar bantuan benar-benar produktif dan usaha bisa pulih lebih cepat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menurut Chalid, pelaku usaha pascabencana menghadapi sejumlah tantangan mendasar, antara lain keterbatasan modal kerja, belum adanya perencanaan penggunaan dana, lemahnya pencatatan keuangan, serta omzet yang belum stabil. Selain itu, banyak pelaku usaha belum memiliki strategi untuk menjangkau kembali pelanggan yang sebelumnya menjadi basis pasar mereka.

Padahal, UKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian lokal. Karena itu, program pendampingan dirancang untuk memastikan bantuan modal digunakan secara produktif, sekaligus membantu pelaku usaha menyusun rencana pemulihan yang realistis.

Program pendampingan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari asesmen dan pendataan kondisi usaha, penyusunan rencana pemulihan, penyaluran bantuan modal, hingga pendampingan teknis selama satu hingga tiga bulan. Proses ini dilengkapi dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan usaha berjalan sesuai rencana.

Selain itu, transparansi dan partisipasi pelaku usaha menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Pelaku usaha didorong untuk terlibat aktif dalam perencanaan dan pencatatan keuangan agar mampu mengelola usaha secara mandiri.

Chalid berharap bantuan modal yang diberikan dapat menjadi stimulus awal bagi kebangkitan ekonomi masyarakat.

“Manfaatkan stimulus modal ini dengan baik untuk keberlanjutan usaha dalam jangka panjang,” katanya.

Ketua Pembina Yayasan Peduli Pembangunan Ekonomi Pesisir Aceh (YAPPERA), Dr. Mujiburrahman, menyambut baik dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada pelaku usaha di Pidie Jaya. Ia menilai program tersebut dapat menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi masyarakat setempat.

Menurut dia, keberhasilan usaha sangat bergantung pada kedisiplinan pelaku usaha dalam mengelola bantuan dan menjalankan usaha secara konsisten.

“Pelaku usaha yang berhasil adalah mereka yang disiplin dan fokus mengembangkan usahanya. Kami berharap, ketika pendampingan ini berlanjut, pelaku usaha sudah mampu bangkit dan berkembang lebih baik,” ujarnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pendamping, dan masyarakat, upaya pemulihan UKM di Pidie Jaya diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan usaha kecil dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.(*)

(Khefti/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *