TNI-Polri dan Warga Kelutan Gotong Royong Bersihkan Saluran Air, Antisipasi Banjir

Babinsa23 Views

Trenggalek, Jawa Timur – Antisipasi banjir terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Trenggalek. Pada Minggu (1/2/2026), mengawali awal hari di bulan kedua tahun ini, unsur TNI-Polri bersama pemerintah kelurahan dan warga menggelar kerja bakti membersihkan saluran air di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek.

Sejak pagi, aparat dan warga tampak bergotong royong membersihkan endapan lumpur, dedaunan, serta sampah rumah tangga yang menyumbat saluran air. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi dini menghadapi meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Kelurahan Kelutan merupakan salah satu wilayah yang kerap terdampak genangan air. Posisi permukiman yang berhadapan langsung dengan Sungai Ngasinan menjadikan kawasan ini rentan banjir ketika debit air sungai meningkat dan melampaui kapasitas alirannya.

Bati Bakti TNI Koramil 0806-01/Trenggalek, Serka Siswanto, mengatakan, Sungai Ngasinan menjadi jalur utama aliran air dari sejumlah wilayah hulu. Saat hujan deras, air berpotensi meluap ke permukiman jika saluran drainase tidak berfungsi optimal.

“Pembersihan saluran air ini langkah sederhana, tetapi dampaknya besar. Saluran yang tersumbat bisa memperlambat aliran air dan memicu banjir, terutama di kawasan padat penduduk,” ujar Siswanto di sela kegiatan.

Kerja bakti tersebut melibatkan prajurit Koramil, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta warga dari berbagai RT. Tanpa sekat, mereka mengangkat sampah, mengeruk lumpur, dan memastikan aliran air kembali lancar yang menggambarkan sebuah potret gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Siswanto menekankan, keberhasilan mitigasi bencana sangat bergantung pada keterlibatan aktif warga. Ia mengajak masyarakat Kelurahan Kelutan, khususnya di RT 01 hingga RT 14 yang berada di sekitar aliran sungai, untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengajak warga terus bergotong royong. Dengan kepedulian bersama, risiko banjir bisa ditekan sejak awal,” katanya.

Pemerintah kelurahan menyambut positif sinergi tersebut. Selain menekan potensi bencana, kegiatan ini dinilai memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui kerja bakti berkelanjutan dan kolaborasi lintas instansi, upaya pencegahan banjir di Kelurahan Kelutan diharapkan semakin efektif. Mitigasi bencana, pada akhirnya, bukan semata soal infrastruktur, melainkan juga kepedulian dan partisipasi bersama warga.(*)

(arwang/sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *