
Wonogiri, Jawa Tengah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, terus dikebut meski cuaca buruk dan hujan berkepanjangan melanda kawasan perbukitan setempat. Menjelang penutupan pada 21 Mei 2026 mendatang, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan masyarakat memperkuat koordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Mandiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/5/2026). Sekitar 30 peserta hadir dalam rapat tersebut, mulai dari unsur Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga perangkat desa.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Wonogiri Djoko Purwidiyatmo mengatakan, keberhasilan pelaksanaan TMMD pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting untuk menyukseskan penutupan TMMD kali ini. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi, terutama karena agenda penutupan beririsan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Wonogiri.
“Koordinasi harus diperkuat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar,” kata Djoko.
Ia menuturkan, sejumlah hal teknis juga menjadi perhatian, mulai dari pengamanan jalur menuju lokasi kegiatan, persiapan tempat transit Bupati Wonogiri, hingga gladi penutupan yang dijadwalkan sehari sebelum acara utama.
Sementara itu, Kepala Staf Kodim 0728/Wonogiri Mayor Inf Suwandi menegaskan bahwa cuaca ekstrem tidak menyurutkan semangat personel TMMD maupun warga dalam menyelesaikan pembangunan di Desa Hargantoro.
Menurut dia, TMMD bukan sekadar menghadirkan pembangunan fisik berupa rabat jalan dan sarana umum, melainkan juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TMMD menjadi wujud sinergi untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suwandi.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan di lapangan, terutama di tengah tantangan geografis kawasan perbukitan Tirtomoyo.
Danramil 07/Tirtomoyo Kapten Inf Agung Suwarno memastikan seluruh rangkaian penutupan akan dipusatkan di lokasi utama TMMD. Agenda kegiatan meliputi upacara penutupan, pengecekan hasil pembangunan, pemotongan pita, hingga ramah tamah bersama warga.
Kepala Desa Hargantoro Warto optimistis pembangunan rabat jalan yang sempat terkendala hujan tetap dapat diselesaikan tepat waktu. Dukungan juga datang dari berbagai elemen masyarakat yang ikut membantu percepatan pekerjaan di lapangan.
Camat Tirtomoyo disebut telah berkoordinasi dengan relawan serta organisasi kemasyarakatan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TMMD hingga penutupan nanti.
Bagi warga Desa Hargantoro, penutupan TMMD bukan hanya seremoni berakhirnya program pembangunan desa. Kegiatan itu juga menjadi simbol kuat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam membangun wilayah pedesaan.
Masyarakat berharap hasil pembangunan yang dilakukan melalui TMMD dapat memperlancar akses ekonomi warga dan membawa dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan desa.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)













