
Boyolali, Jawa Tengah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Kabupaten Boyolali resmi ditutup melalui upacara di Lapangan Desa Pancasila, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Rabu (11/3/2026). Selama satu bulan pelaksanaan, berbagai pembangunan infrastruktur desa dan kegiatan sosial dilakukan bersama masyarakat.
Upacara penutupan dipimpin Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro yang membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Tema tersebut menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pemerataan pembangunan nasional.
“Pembangunan dari desa merupakan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pemerataan ekonomi,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Dhanu.
Selama pelaksanaan program, satgas TMMD bersama warga menyelesaikan sejumlah pembangunan fisik yang menjadi kebutuhan masyarakat desa.
Di antaranya pembangunan rabat beton, talud jalan, blok jalan, bronjong penahan tanah, plat dacker, perbaikan tempat ibadah, serta pembangunan pos keamanan lingkungan.
Selain itu, program unggulan TNI Angkatan Darat juga dilaksanakan, seperti penyediaan sarana air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas sanitasi melalui program jambanisasi, pembersihan lingkungan, serta penanaman pohon.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Sejumlah pelayanan diberikan kepada warga, antara lain pembuatan akta kelahiran, pengobatan gratis, donor darah, pembagian kacamata baca, serta pemberian kaki palsu bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat juga dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Memperkuat Kebersamaan
Pangdam IV/Diponegoro dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga warga desa yang ikut bergotong royong dalam pembangunan.
Program TMMD sendiri merupakan kerja sama terpadu antara TNI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai komponen masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, terutama daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.
Upacara penutupan TMMD di Boyolali turut dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, Ketua DPRD Boyolali Susetyo Kusuma Dwi Hartanta, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Melalui program TMMD, pemerintah berharap pembangunan desa dapat terus berkembang sekaligus memperkuat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat dalam membangun wilayah pedesaan.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)







