Trenggalek, Jawa Timur – Derasnya arus Sungai Banjar di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, mulai mengancam kawasan permukiman dan lahan pertanian warga. Tebing sungai yang terus tergerus air dalam beberapa hari terakhir dinilai rawan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali turun di wilayah selatan Trenggalek.
Kondisi itu mendorong Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kecamatan Panggul bersama personel TNI dari Koramil 0806-11/Panggul melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan di Desa Banjar, Rabu (27/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, tim gabungan memetakan area yang mengalami abrasi cukup parah akibat tingginya debit sungai. Sejumlah titik di bibir sungai terlihat mengalami pengikisan tanah yang berpotensi memicu longsor susulan apabila hujan terus berlangsung.
Anggota Koramil 0806-11/Panggul, Serma Suhardjo, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tebing sungai sekaligus menyiapkan langkah mitigasi darurat guna mencegah dampak yang lebih besar bagi warga sekitar.
“Peninjauan ini untuk memetakan risiko longsor susulan, mengidentifikasi kerusakan tanggul maupun tebing sungai, serta menyiapkan langkah perbaikan darurat agar limpasan air tidak sampai membanjiri permukiman dan lahan pertanian warga,” ujar Suhardjo.
Menurut dia, keterlibatan TNI dalam penanganan potensi bencana merupakan bagian dari sinergi bersama BPBD dan pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi di wilayah rawan bencana.
Selain memeriksa kondisi tanggul alami, tim juga mencatat sejumlah titik yang membutuhkan penguatan sementara menggunakan material penahan darurat. Tanah di sekitar bantaran sungai dinilai semakin labil karena terus tergerus arus air.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Panggul dan sekitarnya.
Menurut Stefanus, BPBD bersama unsur TNI, Polri, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan disiagakan untuk melakukan pemantauan dan percepatan penanganan apabila kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu.
Ia mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Banjar agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun dalam waktu lama dan debit sungai meningkat.
“Masyarakat diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila kondisi sungai mulai membahayakan keselamatan,” katanya.
Langkah mitigasi dini tersebut diharapkan dapat menekan risiko kerusakan maupun korban jiwa akibat longsor dan banjir di kawasan bantaran Sungai Banjar.(*)
(Arwang/Sulaiman)








