Wonogiri, Jawa Tengah – Di antara tumpukan batu bata dan adukan semen yang diangkut bergantian oleh prajurit dan warga, seorang bocah 11 tahun tampak tak mau ketinggalan. Tubuhnya kecil, namun langkahnya sigap membantu melansir material untuk pembangunan rumah orang tuanya di Desa Kembang, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (28/2/2026).
Satria, siswa kelas V sekolah dasar, adalah anak dari Giyanto, pemilik rumah tidak layak huni yang kini direhabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0728/Wonogiri. Hampir setiap hari, sepulang sekolah, ia menyempatkan diri ikut membantu prajurit mengangkat batu bata dan material lainnya.
“Senang bisa membantu TNI. Rumah kami jadi lebih bagus, desanya juga punya jalan baru,” ujar Satria polos.
Bagi anggota Satuan Tugas TMMD, kehadiran Satria menjadi penyemangat tersendiri. Di tengah terik matahari dan pekerjaan fisik yang cukup menguras tenaga, semangat bocah itu menghadirkan suasana hangat dan akrab.
Giyanto mengaku terharu melihat putranya begitu antusias. “Hampir setiap hari dia ikut membantu. Katanya ingin jadi tentara,” ucapnya.
Program TMMD ke-127 di Kabupaten Wonogiri tak hanya menyasar pembangunan fisik seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni dan perbaikan infrastruktur desa. Lebih dari itu, kebersamaan antara prajurit dan warga menghadirkan kedekatan yang nyata.
Di Desa Kembang, proses pembangunan rumah Giyanto menjadi ruang perjumpaan antara pengabdian dan harapan. Di sana, seorang anak kecil belajar tentang kerja keras, gotong royong, dan cita-cita.
Rumah yang perlahan berdiri lebih kokoh itu bukan sekadar bangunan baru bagi keluarga Giyanto, tetapi juga menjadi saksi tumbuhnya semangat kebangsaan di hati seorang bocah yang bercita-cita mengenakan seragam loreng suatu hari nanti.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)













