
Surabaya, – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin menegaskan bahwa jalur golden ticket menjadi salah satu pintu masuk yang paling diminati calon mahasiswa baru karena memberikan peluang masuk program studi impian berdasarkan rekam jejak prestasi dan potensi akademik.
Hal itu disampaikan Prof. Madyan dalam dialog interaktif bersama peserta Airlangga Education Expo (AEE) 2026 di Airlangga Convention Center (ACC), Surabaya, Minggu (25/1/2026), yang sekaligus menutup rangkaian kegiatan pameran pendidikan tersebut.
“Hampir semua berharap mendapatkan golden ticket. Ada harapan besar dari calon mahasiswa untuk bisa masuk ke fakultas dan program studi yang mereka inginkan,” ujar Prof. Madyan.
Menurut dia, golden ticket merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi dan konsistensi akademik calon mahasiswa sejak di bangku sekolah. Namun, jalur tersebut tetap berjalan dalam mekanisme seleksi yang terukur dan terintegrasi dengan sistem penerimaan nasional.
Prof. Madyan menjelaskan, proses seleksi golden ticket tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya AEE. Tahapan seleksi tetap mengikuti jadwal dan ketentuan yang ditetapkan Universitas Airlangga serta berjalan beriringan dengan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Proses golden ticket dan SNBP akan berlangsung sampai waktu tertentu. Pengumuman SNBP dijadwalkan pada 31 Maret. Artinya, masih ada waktu untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait calon mahasiswa yang berhak diterima di Universitas Airlangga,” kata dia.
Ia juga mengingatkan calon mahasiswa agar mencermati jadwal pendaftaran SNBP yang akan dibuka pada 3–18 Februari 2026. Prof. Madyan menekankan pentingnya ketepatan dalam menentukan pilihan perguruan tinggi.
“Saya mengingatkan adik-adik calon Ksatria Airlangga agar tidak lupa memilih Universitas Airlangga sebagai pilihan pertama,” ujarnya.
Dialog bersama Rektor UNAIR berlangsung interaktif. Sejumlah calon mahasiswa berprestasi diberi kesempatan memaparkan capaian akademik maupun nonakademik yang telah mereka raih. Dalam sesi tersebut, Prof. Madyan memberikan masukan dan rekomendasi yang disesuaikan dengan prestasi serta linearitas pilihan fakultas dan program studi.
Namun, ia menegaskan bahwa rekomendasi rektor bukanlah keputusan final. Seluruh proses penerimaan mahasiswa baru tetap berada di bawah kewenangan Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) dan panitia seleksi.
“Saya bisa memberikan saran dan rekomendasi, tetapi keputusan akhir tetap melalui mekanisme panitia yang melakukan evaluasi secara objektif,” katanya.
Prof. Madyan juga mendorong calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik untuk berani mendaftar melalui jalur golden ticket atau SNBP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menutup dialog, Prof. Madyan berpesan agar calon mahasiswa memilih perguruan tinggi dan program studi dengan pertimbangan matang, tidak hanya berdasarkan prestise, tetapi juga panggilan hati dan rasionalitas.
“Menjadi cerdas itu penting. Namun, menjadi manusia yang bermanfaat dan beradab adalah hal utama bagi mahasiswa Universitas Airlangga. Di situlah nilai excellence with morality kami tanamkan,” ujar Prof. Madyan. (*)
Editor: Sulaiman













