Prajurit TMMD ke-129 Kodim Ponorogo Tuai Pujian Warga, Kemanunggalan TNI-Rakyat Kian Kokoh

Ponorogo, Jawa Timur – Kehadiran ratusan prajurit TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo membawa perubahan nyata bagi Desa Bulu Lor, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Baru sepekan pelaksanaan berlangsung, geliat pembangunan yang dikerjakan bersama masyarakat telah menghadirkan optimisme sekaligus menuai apresiasi dari warga.

Tidak hanya percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi sorotan, semangat, disiplin, dan dedikasi para prajurit di lapangan juga mendapat pujian karena dinilai bekerja tanpa mengenal lelah demi menuntaskan setiap sasaran TMMD.

“Kami tidak menyangka bapak-bapak TNI kerjanya secepat dan segigih ini. Dari pagi sampai sore, semangatnya tidak pernah kendur,” ujar Suyono (55), warga Desa Bulu Lor, saat ditemui di lokasi peningkatan jalan, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, para prajurit bahkan kerap mengabaikan waktu istirahat demi memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.

“Terkadang waktunya istirahat juga masih lanjut kerja. Pokoknya bapak-bapak TNI top lah,” katanya.

Apresiasi masyarakat tidak hanya muncul karena pembangunan fisik yang tengah berlangsung. Kehadiran prajurit TNI juga dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari warga. Di sela-sela tugasnya, personel Satgas TMMD kerap membantu berbagai pekerjaan masyarakat, sehingga kedekatan antara TNI dan warga semakin terjalin erat.

“Warga di sini sangat senang. Banyak yang sering dibantu. Bapak-bapak TNI tidak sungkan membantu pekerjaan warga, termasuk pekerjaan rumah dan aktivitas lainnya,” ungkap Suyono.

Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hartiyanto menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program percepatan pembangunan, melainkan juga wahana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi utama pertahanan negara.

“TMMD selain mempercepat pembangunan di daerah, juga bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran para prajurit harus benar-benar memberi manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat di setiap lokasi penyelenggaraan TMMD,” tegas Danrem.

Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan Jati Diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional yang lahir, tumbuh, serta berjuang bersama rakyat.

“Pada hakikatnya, kekuatan TNI berasal dari rakyat. Karena itu, setiap prajurit harus mampu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi berbagai kesulitan warga, sekaligus membangun hubungan yang harmonis dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Danrem Untoro berharap, TMMD ke-129 tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara TNI dan rakyat sebagai modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Dengan kemanunggalan yang semakin kokoh, saya yakin setiap tantangan yang dihadapi bangsa dapat kita atasi bersama. TNI akan selalu hadir sebagai bagian dari solusi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(*)

(arwang/sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *