Manokwari, Papua Barat – Gemuruh ajang Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan antusiasme sepak bola, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Papua Barat. Suasana itu tampak dalam kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia yang dihadiri Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru bersama warga Kampung Fanindi Pantai, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Selasa (16/6/2026) malam.
Sekitar 100 warga memadati kediaman Budi Rumbekwan yang menjadi lokasi nobar pertandingan antara Tim Nasional Spanyol dan Tim Nasional Tanjung Verde. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, hingga masyarakat sekitar yang ingin menikmati atmosfer pesta sepak bola dunia secara bersama-sama.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari didampingi sejumlah pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari, antara lain Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dian Hardiana, Irdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Tri Saktiyono, Kapoksahli Pangdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Juniras Lumban Toruan, serta para asisten Kasdam dan kepala badan pelaksana Kodam.
Namun, yang lebih menonjol daripada kehadiran para pejabat militer itu adalah suasana akrab yang terbangun sepanjang acara. Pangdam tampak berbaur dengan warga, berbincang santai, dan menikmati jalannya pertandingan bersama masyarakat.
Kebersamaan tersebut menjadi cerminan pendekatan humanis yang terus dibangun Kodam XVIII/Kasuari dalam menjalin hubungan dengan masyarakat. Melalui momentum olahraga yang digemari berbagai kalangan, komunikasi sosial antara TNI dan warga berlangsung lebih cair dan hangat.
Bagi warga Fanindi Pantai, nobar itu bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempererat silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.
Di tengah sorak-sorai penonton mengikuti jalannya laga, terselip pesan bahwa olahraga mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Dari pesisir Manokwari, semangat Piala Dunia hadir bukan hanya sebagai tontonan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat kedekatan antara TNI dan rakyat.(*)
(Johannes/Sulaiman)














