Permainan Tradisional Warnai HUT Ke-80 Persit di Sragen

Persit30 Views

Sragen, Jawa Tengah – Suasana ceria dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kodim 0725/Sragen menggelar lomba permainan tradisional yang melibatkan ibu-ibu Persit bersama anak-anak mereka di Lapangan Makodim Sragen, Minggu (8/2/2026).

Beragam permainan rakyat yang kini kian jarang dijumpai kembali dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari balap bakiak, lompat karet, bola bekel, pindah karet, hingga bentik dimainkan secara beruntun dalam format squad game dengan durasi tujuh menit pada babak penyisihan. Peserta yang lolos kemudian melaju ke semifinal dengan permainan dakon, sebelum akhirnya bertanding di babak final melalui lomba nyunggi tampah.

Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT Persit, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi keluarga besar TNI.

“Hari ini kita bergembira. Ini permainan yang sifatnya happy fun. Semuanya harus tertawa dan menikmati kebersamaan,” ujar Dindin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para anggota Persit yang selama ini setia mendampingi dan mendukung tugas para prajurit. Menurutnya, peran keluarga, khususnya istri, menjadi fondasi penting dalam pengabdian prajurit kepada negara.

“Terima kasih kepada ibu-ibu Persit yang selalu mendampingi suami dan mendukung pengabdian mereka kepada nusa dan bangsa,” katanya.

Setelah melalui rangkaian perlombaan, Ranting 10/Sambungmacan keluar sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah Rp 1 juta. Juara kedua diraih Ranting 03/Karangmalang dengan hadiah Rp 700.000, disusul Ranting 16/Gemolong di posisi ketiga dengan hadiah Rp 500.000, serta Ranting 05/Sidoharjo di peringkat keempat yang memperoleh Rp 400.000.

Selain menjadi ajang perayaan, lomba permainan tradisional ini juga dimaknai sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak dalam suasana yang hangat dan inklusif.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *