Parenting Hybrid Kodam V/Brawijaya Perkuat Ketahanan Keluarga Prajurit

Surabaya, Jawa Timur – Ketahanan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung kesiapan prajurit menjalankan tugas. Hal itu ditegaskan Kodam V/Brawijaya melalui kegiatan Parenting Hybrid bertema “Penguatan Hubungan Suami Istri dan Sinergitas Pola Asuh dalam rangka Membentuk Anak Berakhlak, Cerdas dan Mandiri” di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang diikuti 150 peserta dari keluarga besar Kodam V/Brawijaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keharmonisan keluarga sekaligus meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., bersama Ketua Persit KCK Daerah V Brawijaya Ibu Vira Rudi Saladin, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya, serta perwakilan anggota jajaran Kodam V/Brawijaya beserta Ibu Persit KCK.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan peserta, foto bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan Ketua Persit KCK Daerah V Brawijaya.

Dalam sambutannya, Ibu Vira Rudi Saladin menyampaikan apresiasi atas kehadiran dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI., yang memberikan pembekalan mengenai hubungan suami istri dan pola asuh anak.

“Semoga melalui ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang disampaikan, kita semua dapat memperoleh bekal berharga dalam membangun fondasi keluarga yang kuat, harmonis, dan penuh kasih sayang, serta menjadi orang tua yang mampu mendampingi tumbuh kembang anak dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan anak yang berakhlak, cerdas, dan mandiri tidak dapat dilepaskan dari lingkungan keluarga. Nilai moral, sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan rasa hormat kepada orang tua, guru, maupun sesama perlu ditanamkan sejak dini melalui keteladanan dan pembiasaan.

Pada sesi utama, dr. Aisah Dahlan membahas sejumlah aspek penting dalam pengasuhan, mulai dari karakter anak, neuroparenting, komunikasi keluarga, sinergitas peran ayah dan ibu, pengendalian emosi, hingga penguatan nilai agama dan akhlak.

Para orang tua diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pola asuh tidak dapat diterapkan secara seragam, melainkan perlu disesuaikan dengan karakter, tahap perkembangan, dan kebutuhan masing-masing anak.

Pembekalan juga menekankan pentingnya membangun lingkungan emosional yang positif melalui interaksi langsung, komunikasi yang lembut dan konstruktif, serta pembiasaan yang konsisten. Ketegasan orang tua tidak harus diwujudkan melalui kekerasan, sementara kelembutan tetap perlu disertai batasan dan penanaman tanggung jawab.

Sinergitas ayah dan ibu juga menjadi salah satu kunci dalam membangun pola asuh yang sehat. Peran keduanya yang saling melengkapi dinilai penting untuk membantu anak berkembang secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual, sekaligus memiliki kepercayaan diri serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian cenderamata kepada narasumber sebelum ditutup dengan doa.

Melalui Parenting Hybrid tersebut, Kodam V/Brawijaya tidak hanya memberikan pembekalan mengenai pola asuh, tetapi juga mendorong terbentuknya keluarga prajurit yang harmonis dan memiliki ketahanan kuat.

Keluarga yang sehat, komunikasi yang efektif, serta keselarasan peran ayah dan ibu diharapkan menjadi kekuatan pendukung bagi prajurit dalam melaksanakan tugas. Dari keluarga yang kuat, diharapkan lahir generasi yang berakhlak, cerdas, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *