Medan, Sumatera Utara – Kodam I/Bukit Barisan mengerahkan 18 personel untuk membantu kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara. Langkah ini diambil menyusul permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Pertamina melalui mitra operasionalnya, PT Elnusa Petrofin, guna memastikan pasokan BBM ke masyarakat tetap terjaga di tengah kendala distribusi.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan, perbantuan tersebut merupakan langkah sementara untuk mendukung distribusi BBM hingga kondisi kembali normal. Permintaan bantuan disampaikan secara resmi oleh PT Elnusa Petrofin melalui surat tertanggal 14 Juli 2026 yang memohon dukungan personel untuk pendampingan, pengamanan, dan pengawasan distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan.
“Permintaan ini muncul karena meningkatnya kebutuhan BBM di Sumatera Utara sehingga diperlukan dukungan agar penyaluran ke SPBU tetap berjalan tepat waktu. Personel TNI ditugaskan mendampingi awak mobil tangki selama proses distribusi,” kata Sandy, Rabu (15/7/2026).
Menurut dia, permohonan tersebut mengacu pada Nota Kesepahaman antara PT Pertamina (Persero) dan Tentara Nasional Indonesia tentang optimalisasi dan sinergi pengamanan objek vital nasional strategis yang ditandatangani pada September 2022.
Menindaklanjuti permintaan itu, Kodam I/Bukit Barisan menugaskan 18 prajurit yang memiliki kualifikasi mengemudikan kendaraan berat untuk membantu kelancaran operasional distribusi BBM. Pengalaman dalam berbagai operasi penanggulangan bencana di Sumatera Utara menunjukkan keterbatasan pengemudi kendaraan berat kerap menjadi salah satu hambatan dalam pendistribusian logistik, termasuk BBM.
Sandy menegaskan, keterlibatan personel TNI AD bukan untuk mengambil alih tugas maupun kewenangan Pertamina atau PT Elnusa Petrofin. Kehadiran prajurit di lapangan merupakan bentuk sinergi antarinstansi guna membantu mengatasi kendala distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Perbantuan ini bersifat sementara dan hanya dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Setelah distribusi BBM kembali normal, penugasan personel juga akan dihentikan,” ujarnya.
Sesuai surat permohonan yang diterima Kodam I/Bukit Barisan, dukungan personel diberikan pada periode Selasa (14/702026) hingga Jumat (17/7/2026) atau hingga distribusi BBM dinyatakan kembali normal.
Kodam I/Bukit Barisan berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pertamina, PT Elnusa Petrofin, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat normalisasi distribusi BBM. Dengan demikian, kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi di Sumatera Utara dapat terus berjalan tanpa terganggu.(*)
(Johannes/Sulaiman)














