Kembar Lolos SNBP di UNAIR, Carissa-Callista Tempuh Cara Berbeda Menuju Kampus Impian

Edukasi12 Views

Surabaya, Jawa Timur – Kabar diterima di waktu yang sama, rasa haru pun tak terbendung. Carissa Elvina Angela dan Callista Elysia Angela, saudara kembar, kompak melangkah ke gerbang perguruan tinggi yang sama. Keduanya diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Meski lahir dan tumbuh bersama, keduanya menempuh cara belajar yang berbeda. Callista mengandalkan diskusi sebagai metode utama. Baginya, belajar bersama membuka ruang koreksi dan memperkaya sudut pandang.

“Saya suka belajar dengan berdiskusi. Ada yang bisa mengoreksi kalau saya salah,” ujar Callista, Kamis (2/4/2026).

Sebaliknya, Carissa lebih memilih belajar mandiri. Ia merasa cara tersebut membantunya menjaga fokus dan menghindari distraksi. “Kalau belajar bersama teman, kadang malah jadi ngobrol dan tidak fokus,” katanya.

Di tengah padatnya aktivitas akademik, keduanya tetap aktif dalam kegiatan sekolah. Callista pernah menjabat sebagai Ketua OSIS saat kelas X dan Wakil Ketua OSIS di kelas XI. Sementara itu, Carissa menyalurkan minatnya di bidang olahraga melalui kegiatan ekstrakurikuler bola voli.

Menurut Carissa, keberhasilan menembus SNBP tidak lepas dari strategi yang matang. Ia dan saudaranya sempat mempertimbangkan sejumlah pilihan jurusan sebelum akhirnya menetapkan Bahasa dan Sastra Inggris sebagai tujuan.

“Awalnya kami ingin masuk Ilmu Komunikasi. Lalu kami cari informasi dan akhirnya menemukan jurusan ini yang sesuai dengan minat kami,” ujar Carissa.

Callista menambahkan, penting bagi calon mahasiswa untuk menyiapkan rencana cadangan. Hal itu bukan bentuk pesimisme, melainkan langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan. “Kami tetap konsisten belajar di bidang yang kami minati, tapi juga menyiapkan alternatif,” tuturnya.

Kisah Carissa dan Callista menunjukkan bahwa perbedaan cara belajar bukanlah penghalang. Sebaliknya, dengan strategi yang tepat dan konsistensi, keduanya justru mampu melangkah bersama menuju kampus impian.(*)

(Khefti/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *