Sorong, Papua Barat Daya – Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf. Daniel Manalu, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa dugaan tindak kekerasan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan tiga warga masyarakat mengalami luka-luka pada 13 Agustus 2026 di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa tindak kekerasan oleh Orang Tak Dikenal yang mengakibatkan tiga warga masyarakat mengalami luka-luka,” ujar Kolonel Inf. Daniel Manalu, dalam keterangan persnya, Minggu (16/8/2026)
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis dan aparat keamanan di lapangan yang bergerak cepat memberikan pertolongan kepada para korban. Saat ini, ketiga korban telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Selebesolu, Sorong, untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisis sementara terhadap kondisi ketiga korban, luka yang dialami tidak menunjukkan ciri luka akibat tembakan, melainkan diduga kuat disebabkan oleh senjata tajam.
“Berdasarkan analisis sementara terhadap ketiga korban, luka yang dialami bukan luka tembak, namun kuat dugaan akibat senjata tajam,” jelasnya.
Daniel menambahkan, berdasarkan pengecekan awal di lapangan, pada saat kejadian tidak terdapat pasukan TNI yang sedang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod.
“Kami juga telah memastikan melalui pengecekan awal di lapangan bahwa pada saat kejadian tidak terdapat pasukan TNI yang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod,” katanya.
Menurut Daniel, aparat keamanan mengutuk setiap bentuk tindak kekerasan yang menjadikan masyarakat sebagai korban. Keselamatan masyarakat, kata dia, merupakan prioritas utama.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini kembali terjadi karena dapat menimbulkan rasa takut dan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mendalam untuk mengungkap fakta serta kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut. Seluruh informasi dan keterangan yang diperoleh akan didalami secara objektif dan profesional agar tidak terjadi kesimpulan yang terburu-buru.
Daniel juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Maybrat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya karena dapat memperkeruh situasi dan menimbulkan keresahan.
TNI dan Polri bersama pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perlindungan serta rasa aman kepada masyarakat. Setiap perkembangan penting dari hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik secara terbuka setelah informasi tersebut terverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Maybrat serta Papua Barat Daya. Mari kita jaga Maybrat tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkas Kolonel Inf. Daniel Manalu.
(Pendam XVIII/Kasuari)










