IKBAH Satukan Kekuatan Lintas Generasi dalam Halal Bihalal 2026

Diferensia162 Views

Surabaya, Jawa Timur – Ikatan Keluarga Bani Abdul Hamid (IKBAH) menegaskan soliditas dan kekuatan lintas generasi melalui penyelenggaraan Halal Bihalal 2026 yang digelar di Ballroom Grand Hotel Surabaya, Senin (23/3/2026). Kegiatan yang telah berlangsung sejak 1986 ini menjadi momentum konsolidasi keluarga besar keturunan Abdul Hamid dan Rukhayah yang kini telah berkembang lebih dari 500 jiwa.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh generasi ketiga, menandai kesinambungan nilai dan tradisi dalam tubuh keluarga besar IKBAH. Suasana semakin semarak saat Mars IKBAH yang digubah Ketua IKBAH, H. Adil Mastjik, dinyanyikan sebagai simbol identitas dan semangat kebersamaan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Halal Bihalal 2026 menghadirkan format baru berupa talkshow lintas “kabilah” atau perwakilan garis keturunan. Diskusi yang dipandu langsung oleh Adil Mastjik ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, memperkuat komunikasi, serta merumuskan langkah ke depan organisasi keluarga.

Sejumlah gagasan strategis mengemuka dalam forum tersebut. Di antaranya pembentukan dana abadi berbasis produktif, penguatan program pendidikan bagi anggota keluarga yang membutuhkan, hingga inovasi kegiatan untuk mempererat hubungan antar anggota yang tersebar di berbagai daerah.

“Ke depan, perlu ada terobosan agar seluruh anggota bisa saling mengenal lebih dekat dan menjaga kebersamaan,” ujar salah satu pengurus panitia, sekaligus melempar wacana penyelenggaraan Halal Bihalal di luar Surabaya pada masa mendatang.

Ahmad Fauzi, perwakilan keturunan M. Ridwan, mengungkapkan bahwa IKBAH bermula dari kegiatan arisan keluarga sederhana. Seiring waktu, jumlah anggota berkembang pesat hingga kini melampaui 500 orang.

“Harapannya, kekuatan kebersamaan ini terus tumbuh dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah anggota lain mendorong penguatan program berkelanjutan, seperti dana pendidikan bagi anggota kurang mampu serta pembentukan dana abadi yang bersifat produktif. Gagasan ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan internal keluarga.

Dalam sesi tausiyah, Drs. Ahmad Mukarom, M.Hum., menekankan pentingnya halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang berfungsi mempererat hubungan antar manusia melalui saling memaafkan.

“Tidak semua dosa selesai hanya dengan ibadah. Ada yang harus diselesaikan dengan sesama manusia. Di sinilah halal bihalal menjadi penting,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa manusia memiliki potensi baik dan buruk, sehingga momentum Ramadhan dan halal bihalal menjadi sarana untuk kembali pada fitrah dan memperkuat ketakwaan.

Kegiatan ini turut menampilkan potensi generasi muda IKBAH, mulai dari hafalan Al-Qur’an, seni, hingga kreativitas lainnya. Penampilan generasi Z dan Alpha tersebut menjadi indikator kuatnya proses regenerasi dalam tubuh organisasi keluarga.

Sebagai penutup, Ketua IKBAH Adil Mastjik menyerahkan buku karyanya berjudul “Dakwah, Pendidikan dan Indonesia Emas 2045: Tiga Puluh Kajian Tentang Persoalan Keseharian” sebagai bentuk kontribusi pemikiran bagi keluarga dan masyarakat.

IKBAH sendiri merupakan wadah silaturahmi seluruh keturunan pasangan Abdul Hamid dan Rukhayah yang memiliki sembilan anak, yakni M. Yahya, M. Ridwan, Abd. Wachid, Abd. Aziz, Nur Endah, Khodidjah, Maimunah, Abdul Syukur, dan Noor Aini. Selama empat dekade, tradisi Halal Bihalal ini menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan, loyalitas, dan kekuatan kolektif keluarga besar lintas generasi.(*)

(Tommy/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *