
Jombang, Jawa Timur – Sedikitnya 300 warga nahdliyin memadati halaman Pondok Pesantren lzzatul Qur’an Dusun Kayen Desa Kayangan Kecamatan Diwek, Jumat (26/6/2026) malam. Mereka mengikuti Lailatul ljtima’ yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Kayangan.
Mereka tidak hanya pengurus PRNU Kayangan. Tapi juga pengurus badan otonom (banom) NU dan warga sekitar.
Tampak hadir sebagai tamu undangan KH Ahmad Nurul Fuad, Wakil Ketua PCNU Jombang dan KH Hamdi Sholeh selaku Ketua MWCNU Diwek. Termasuk jajaran perangkat desa Kayangan dan KH Sami’an dari Tambakberas yang memberikan mauidzah hasanah.
Rangkaian acara diawali dengan shalat jamaah Isya di mushola pesantren. Lalu dilanjut dengan shalat-shalat sunnah, tahlil dan shalawat.
Pengasuh Pondok Pesantren Izzatul Qur’an, Ustadz Budi Al-Ashad, merasa senang Lailatul ljtima’ digelar di pesantrennya.
“Mohon doanya agar barokah pesantren ini bisa istikomah dalam melahirkan alumni yang hafidz al-Qur’an,” ujarnya.
Para santri Izzatul Qur’an, pada acara ini, turut dilibatkan dalam mendukung kegiatan. Terutama di bidang dokumentasi untuk pengambilan foto hingga live YouTube.
Ketua tim dokumentasi, Naufal, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini menjadi ajang bagi para santri untuk belajar mengoperasikan berbagai alat dokumentasi layaknya anak SMK.
“Walaupun masih ada kekurangan, teman-teman sudah berusaha sekuat tenaga,” ujarnya.
Hal senada diakui Ketua MWCNU Kecamatan Diwek,, KH Hamdi Sholeh. Dia memberikan atensi khusus terhadap adaptasi teknologi di kalangan pesantren.
Dirinya memberikan pesan setelah melihat para santri yang sigap dan melek teknologi dalam mendokumentasikan acara.
“Orang NU memang harus paham IT, tetapi tidak boleh kehilangan akhlak,” pesannya. la juga mengingatkan pentingnya fondasi moral di tengah arus digitalisasi.
Saat memberikan mauidzah hasanah, KH Sami’an juga menuturkan mengenai keutamaan mengaji.
“Orang yang senang mengaji adalah pertanda ditakdirkan Allah menjadi orang yang baik, dan orang baik adalah tandanya ahli surga,” tuturnya.
Lebih lanjut dirinya juga menegaskan bahwa ketika berteman harus selektif.
“Ada teman yang menemani di dunia saja, hanya sampai atas kuburan saja. Teman yang baik adalah yang menemani sampai ke dalam kuburan, yakni di akhirat kelak,” pungkasnya.
Ditemui di lokasi acara, Rais Syuriah PRNU Desa Kayangan, KH Ainun Naim, mengapresiasi jamaah yang hadir. “Jumlahnya makin banyak jamaah yang hadir,” ujarnya.
“Semoga Lailatul ljtima’ ini bisa memberikan barokah dan manfaat bagi warga Desa Kayangan,” ujar Agus Supriyanto, Sekretaris Desa Kayangan. Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja sama sehingga acara tersebut berjalan lancar.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampat antusias mengikuti sesi mauidzah hasanah. Terlebih KH Sami’an menyampaikanmya juga diselingi humor untuk makin menyegarkan suasana.(*)
(Hari Prasetia/Sulaiman)









