Edwin Rajo Mangkuto, Penerbang Laut yang Kini Jadi Orang Nomor Dua di TNI AL

 

Jakarta, Perjalanan karier Laksamana Madya TNI Edwin Rajo Mangkuto menunjukkan konsistensi panjang seorang perwira laut yang ditempa oleh pengalaman operasional, kepemimpinan, dan pemikiran strategis. Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/159/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026, Edwin kini dipercaya menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal), menggantikan Laksamana Madya TNI Erwin S Aldedharma.

Penunjukan ini menempatkan Edwin sebagai orang nomor dua di jajaran TNI AL, sebuah posisi kunci dalam merumuskan kebijakan, membina kekuatan, serta memastikan kesiapan operasional armada laut Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks. Ia bertukar posisi dengan Erwin, yang kini menjabat Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Penugasan sebagai Wakasal menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdian Edwin, sekaligus mempertegas reputasinya sebagai salah satu perwira tinggi TNI AL dengan rekam jejak lengkap, mulai dari satuan operasional, lembaga penegakan hukum militer, hingga institusi strategis nasional.

Edwin merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-37 tahun 1991. Sejak awal kariernya, ia memilih jalur sebagai penerbang TNI AL, bidang yang menuntut ketelitian, keberanian, dan kemampuan membaca situasi secara cepat.

Pengalaman sebagai penerbang memberinya perspektif luas tentang operasi maritim, tidak hanya dari permukaan laut, tetapi juga dari dimensi udara. Kemampuan ini kemudian memperkaya kepemimpinannya ketika dipercaya memegang berbagai jabatan strategis.

Ia pernah menjabat Komandan Pusat Penerbangan TNI AL (Danpuspenerbal), posisi yang bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan kekuatan udara Angkatan Laut. Penugasan ini menempatkannya di jantung penguatan kemampuan pengawasan dan proyeksi kekuatan maritim Indonesia.

Karier Edwin tidak hanya berkembang di bidang operasional, tetapi juga dalam penegakan hukum dan disiplin militer. Ia pernah menjabat Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal), sebelum kemudian dipercaya sebagai Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom TNI).

Penugasan tersebut mencerminkan kepercayaan institusi terhadap integritas dan kepemimpinannya dalam menjaga disiplin prajurit di seluruh matra TNI.

Ia juga pernah menjabat Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil), satuan strategis yang bertanggung jawab atas mobilitas pasukan, distribusi logistik, dan dukungan operasi militer lintas wilayah. Posisi ini menuntut kemampuan manajerial dan pemahaman mendalam tentang operasi gabungan.

Selanjutnya, Edwin dipercaya mengemban jabatan strategis di bidang perencanaan, antara lain sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf TNI AL (Asrena Kasal) dan Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI (Asrenum Panglima TNI). Dalam peran ini, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan dan pembangunan kekuatan pertahanan jangka panjang.

Sebelum ditunjuk sebagai Wakasal, Edwin menjabat Wakil Gubernur Lemhannas RI, lembaga yang berperan dalam pendidikan kader kepemimpinan nasional dan kajian strategis pertahanan.

Perwira Lapangan yang Juga Pemikir Strategis

Selain pengalaman operasional, Edwin juga menempuh pendidikan akademik yang memperkuat kapasitasnya sebagai perumus kebijakan. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Ilmu Hukum dari Universitas Hang Tuah, serta Magister Pertahanan dari Universitas Pertahanan.

Latar belakang akademik ini melengkapi pengalaman lapangannya, menjadikannya perwira yang tidak hanya memahami aspek teknis militer, tetapi juga dimensi hukum dan strategi pertahanan.

Ia juga dikenal aktif dalam pengembangan pemikiran strategis maritim. Salah satu kontribusinya adalah buku berjudul “Potensi Maritim untuk Swasembada Pangan, yang menyoroti peran sektor kelautan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam pandangannya, kekuatan maritim tidak hanya terkait pertahanan, tetapi juga menjadi fondasi kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional.

Penunjukan Edwin sebagai Wakil Kepala Staf TNI AL menandai kepercayaan negara terhadap kepemimpinan dan kapasitas strategisnya. Jabatan ini menempatkannya pada posisi sentral dalam membangun kekuatan laut Indonesia, baik dari sisi organisasi, alutsista, maupun sumber daya manusia.

Dengan pengalaman panjang dari kokpit pesawat patroli maritim, komando satuan strategis, hingga ruang perencanaan pertahanan nasional, Edwin membawa perspektif menyeluruh tentang tantangan dan masa depan pertahanan laut Indonesia.

Di tengah meningkatnya arti penting domain maritim dalam percaturan global, kehadirannya di pucuk pimpinan TNI AL menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional di laut, ruang hidup yang sejak lama menjadi penopang utama bangsa kepulauan ini.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *