Dugaan Keracunan MBG di Aceh Timur, Ketua DPRK Minta Penanganan Hati-hati dan Terukur

POLITIKANA13 Views

Aceh Timur, – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan terjadi di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, menuai perhatian publik. Ketua DPRK Aceh Timur, Musaitir, meminta penanganan dilakukan secara hati-hati, berbasis data medis, dan tidak merugikan masyarakat penerima manfaat.

Musaitir mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blang Nisam. Namun, ia berharap BGN Regional Aceh segera menyelesaikan penelusuran kasus tersebut secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak sosial berkepanjangan.

“Tujuan utama program MBG adalah meningkatkan status gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, sekaligus membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir. Karena itu, penanganan persoalan ini harus cermat dan adil,” kata Musaitir kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

Ia menilai penghentian sementara operasional SPPG Blang Nisam berdampak luas. Sebanyak 2.805 penerima manfaat MBG tidak mendapatkan layanan, sementara puluhan pekerja kehilangan mata pencaharian. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu segera dicarikan solusi.

Musaitir menekankan pentingnya pembuktian medis sebelum menarik kesimpulan. Ia meminta adanya hasil diagnosis dokter spesialis serta pemeriksaan langsung ke lokasi untuk memastikan sumber dugaan keracunan. Apalagi, korban dilaporkan dibawa ke puskesmas sekitar pukul 16.00, saat sebagian besar penerima manfaat telah berada di rumah masing-masing.

“Dari ribuan penerima, hanya 18 orang yang mengalami keluhan, dan statusnya masih dugaan. Karena itu, keputusan penghentian operasional perlu ditinjau kembali secara proporsional,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Desa Blang Nisam, Syahril, juga menyayangkan penghentian sementara operasional SPPG tersebut. Menurut dia, keberadaan SPPG tidak hanya berperan dalam penyaluran MBG, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi warga setempat.

“Kami berharap SPPG Blang Nisam dapat segera beroperasi kembali setelah proses pemeriksaan selesai, agar manfaat program dan lapangan kerja bagi warga tetap berjalan,” kata Syahril.(*)

(Zainal Abidin/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *