DPR Tekankan Keamanan Susu Bayi sebagai Isu Strategis Nasional, Pengawasan BPOM Diminta Diperketat

POLITIKANA185 Views

 

Jakarta, – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan bahwa keamanan pangan bayi merupakan isu strategis yang menyangkut langsung ketahanan kesehatan nasional. Menyikapi informasi penarikan (recall) susu formula bayi produksi Nestlé di sejumlah negara akibat dugaan kontaminasi zat beracun cereulide, DPR meminta pengawasan negara diperkuat dan dijalankan secara disiplin.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan bahwa keselamatan bayi tidak boleh dikompromikan dalam sistem pangan nasional, terlebih di tengah kompleksitas rantai pasok global.

“Bayi adalah kelompok paling rentan. Karena itu, setiap potensi ancaman pada produk pangan bayi harus diperlakukan sebagai peringatan serius dan ditangani dengan kehati-hatian maksimal,” ujar Netty di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Netty mengapresiasi langkah cepat Badan Pengawas Obat dan Makanan yang telah melakukan penelusuran awal serta berkoordinasi dengan otoritas pengawas internasional. Menurutnya, kecepatan respons dan akurasi data menjadi kunci menjaga stabilitas kepercayaan publik.

“Upaya BPOM patut diapresiasi. Namun yang paling krusial adalah memastikan bahwa seluruh produk susu bayi yang beredar di Indonesia benar-benar aman dan tidak termasuk dalam batch yang ditarik di negara lain,” tegasnya.

Di tengah arus distribusi pangan lintas negara, Netty menilai transparansi informasi kepada publik menjadi faktor vital agar tidak memicu kepanikan, sekaligus memberi kepastian kepada para orang tua sebagai garda terdepan perlindungan anak.

“Masyarakat, khususnya para orang tua, berhak atas informasi yang jelas, terbuka, dan akurat. Negara harus hadir untuk memastikan ketenangan sekaligus perlindungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Netty mendorong penguatan sistem traceability atau ketertelusuran produk pangan impor, terutama yang dikonsumsi bayi dan anak-anak. Menurutnya, sistem ini merupakan instrumen pertahanan dini untuk melokalisasi dan menangani potensi ancaman sejak awal.

“Pengawasan dan ketertelusuran harus terus diperkuat. Ini bagian dari upaya negara melindungi generasi masa depan,” kata Netty.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa keamanan pangan adalah bagian integral dari perlindungan kesehatan publik dan ketahanan nasional.

“Dengan sinergi kuat antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat, kita berharap keselamatan anak-anak Indonesia tetap terjaga dan kepercayaan publik tidak goyah,” pungkasnya.(*)

(Ali H/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *